Media Arab Sebut PM Baru Yordania Pro-Israel

Selasa, 31 Mei 2016 - 16:09 WIB
Media Arab Sebut PM...
Media Arab Sebut PM Baru Yordania Pro-Israel
A A A
AMMAN - Perdana Menteri (PM) baru Yordania, Hani Mulki, disebut media Arab sebagai tokoh yang pro-Israel.

Hani Mulki ditunjuk Raja Abdullah II sebagai PM baru Yordania pada hari Minggu setelah sang raja mengeluarkan dekrit untuk membubarkan parlemen atau DPR di negara itu.

Media Arab, Al Jazeera, mengutip mantan pembantu senior di kantor PM Yordania, Husam Abdallat, melaporkan bahwa Mulki kemungkinan besar akan diberi tugas untuk menengahi negosiasi baru antara Palestina dan Israel.

“Mulki akan bekerja untuk membawa Palestina dan Israel ke meja perundingan dan bekerja untuk membawa solusi akhir bagi perjuangan Palestina yang kemungkinan besar akan mengorbankan rakyat Palestina,” katanya.

Mulki yang pernah memiliki pengaruh di parlemen, tulis media Arab itu, memiliki hubungan kuat dengan Israel dengan melonggarkan investasi Israel di sektor energi dan pembangunan infrastruktur di Yordania.

Mayoritas anggota parlemen semula mempersoalkan usulan hukum investasi Israel di Yordania, namun di kemudian hari suara keberatan itu hilang dan meloloskan hukum tersebut.

”Meloloskan hukum investasi dan memungkinkan Israel untuk memiliki kontrol atas ekonomi kita merupakan ancaman serius terhadap kepentingan ekonomi Yordania dan keamanan nasional,” kata Mousa Al-Odwan, pensiunan jenderal tentara yang juga seorang kolumnis kepada Al Jazeera.


Ikatan kuat Mulki dengan Israel juga diketahui dari latar belakang politisi Yordania itu, di mana dia memimpin Komite Pemerintah Yordania untuk melakukan negosiasi dengan Israel tahun 1994-1996.

Tareq al-Fayed, seorang analis yang berbasis di Amman dan juga seorang wartawan di surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang berbasis di London, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Mulki menikmati hubungan panjang dan kuat dengan para pemimpin Israel.

Mulki, kata Al-Fayed, tidak hanya memungkinkan peluruskan perbedaan bilateral Yordania dengan Israel, tapi juga membawa modal dan investasi Israel untuk menopang ekonomi Yordania.

Yordania melalui Raja Abdullah II dan Israel sejatinya memiliki perjanjian damai. Namun, sebagian besar anggota parlemen, terutama dari kaum Islamis tetap anti-Israel.

Beberapa tahun yang lalu, para anggota parlemen Yordania dengan suara bulat menuntut pemerintah mengusir duta besar Israel dari Amman sebagai hukuman setelah detektif di Israel menahan Mufti Yerusalem di Al-Aqsa.
(mas)
Berita Terkait
Israel Aneksasi Tepi...
Israel Aneksasi Tepi Barat, Raja Yordania: Konflik Besar Akan Pecah
Apakah Yordania Sekutu...
Apakah Yordania Sekutu Rahasia Israel?
Dukung Gencatan Senjata...
Dukung Gencatan Senjata di Gaza, Ribuan Demonstran Kepung Kedubes Israel di Yordania
Netanyahu Kirim Bos...
Netanyahu Kirim Bos Mossad Temui Raja Yordania, Bahas Pencaplokan
Yordania: Penyelesaian...
Yordania: Penyelesaian Konflik Israel-Palestina Bergantung pada Solusi Dua Negara
Ribuan Aktivis Mengepung...
Ribuan Aktivis Mengepung Kedutaan Israel di Yordania sebagai Respons Perang Israel di Gaza
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
12 menit yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
36 menit yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
1 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
9 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
11 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
11 jam yang lalu
Infografis
Publik Arab Senang Israel...
Publik Arab Senang Israel Mengalami Kebakaran yang Hebat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved