Diancam Dibunuh Keluarganya, Romeo dan Juliet Afghanistan Lari ke AS

Jum'at, 27 Mei 2016 - 15:13 WIB
Diancam Dibunuh Keluarganya,...
Diancam Dibunuh Keluarganya, Romeo dan Juliet Afghanistan Lari ke AS
A A A
NEW YORK - Pasangan bernama Zakia dan Mohammad Ali yang dijuluki “Romeo dan Juliet” Afghanistan tiba di New York City setelah lari dari negaranya karena diancam dibunuh oleh keluarganya.

Pasangan dari kelompok Sunni dan Syiah itu kawin lari pada 2014 setelah tidak disetujui keluarga mereka. Hubungan mereka tetap tidak direstui meski kini sudah mempunyai bayi berumur 17 bulan.

Zakia dan Mohammad Ali yang sudah berada di Manhattan, New York City, berharap mereka hidup aman di AS bersama bayi mereka.

Keluarga Zakia sudah mengancam akan membunuh pasangan ini demi melindungi “kehormatan”.

Zakia berasal dari keluarga Sunni dan dari etnis Tajik. Sedangkan Mohammad bersal dari keluargaSyiah dan dari etinis Hazara.

Menurut keluarga Zakia pernikahan mereka adalah hal mustahil. Tapi, pasangan ini nekat memilih kawin lari atas nama cinta. Akibat pernikahan Zakia dan Mohammad Ali, keluarga Zakia “diusir” dari desa mereka. Tak terima, kerabat Zakia kini memburu pasangan itu untuk dibunuh.

”Mereka tidak bisa hidup di mana saja dalam (keadaan) damai," kata Manizha Naderi, Direktur Eksekutif Women for Afghan Women, seperti dikutip IB Times, Jumat (27/5/2016). "Keluarga Zakia ini akan memburu mereka.”

Zakia dan suaminya berada di AS dengan visa kunjungan 90 hari. Mereka mengajukan permohonan suaka dengan bantuan kelompok “Women for Afghan Women”.

Jika pengajuan suaka mereka diterima Pemerintah AS, Zakia dan Mohammad Ali harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

”Mereka buta huruf," kata wartawan Rod Nordland yang telah menulis sebuah buku tentang pasangan itu dengan judul “The Lovers”. "Mereka tidak pergi ke sekolah, mereka memiliki (tautan usia) satu atau dua tahun.”

Namun, pasangan itu sudah mantap dengan pilihan mereka untuk hidup di AS.”Jika seseorang mencintai seseorang, dia harus memiliki keberanian untuk melakukan apa yang harus dilakukan," kata Zakia kepada Nordland.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Viral! Promo Undang...
Viral! Promo Undang Warga Amerika Serikat Berlibur ke Afghanistan
Tentara Seksi Amerika...
Tentara Seksi Amerika Serikat Ini Tewas Bunuh Diri
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
24 menit yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved