OKI Cegah Kelompok LGBT Hadiri Konferensi PBB, Barat Marah

Jum'at, 20 Mei 2016 - 15:02 WIB
OKI Cegah Kelompok LGBT...
OKI Cegah Kelompok LGBT Hadiri Konferensi PBB, Barat Marah
A A A
NEW YORK - Negara-negara Barat bereaksi marah setelah negara-negara dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mencegah 11 organisasi terkait lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) untuk menghadiri konferensi PBB tentang AIDS di New York bulan depan.

Surat pencegahan tertanggal 26 April itu muncul dari Pemerintah Mesir atas nama 52 negara anggota OKI.

Negara-negara Barat melalui diplomatnya di PBB geram dengan langkah OKI.

”Jika Anda serius mendapatkan nol (kasus AIDS), maka itu penting untuk mencakup semua masyarakat,” kata wakil Duta Besar Inggris di PBB, Peter Wilson.

“Ini salah untuk memblokir akses ke PBB untuk organisasi transgender dan organisasi gay yang memiliki hak untuk berpartisipasi dalam diskusi penting ini,” lanjut Wilson.

Melalui surat itu, OKI sedang mencoba untuk melarang kelompok-kelompok LGBT dari Mesir, Estonia, Guyana, Jamaika, Kenya, Peru, Thailand, Ukraina, Afrika dan AS untuk menghadiri konferensi.

Pemerintah AS telah menulis surat kepada Presiden Majelis Umum Mogens Lykketoft yang isinya meminta agar kelompok-kelompok LGBT itu diizinkan hadir dalam konferensi.

Surat ditulis oleh Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, tertanggal 13 Mei.

“Mengingat bahwa transgender lebih mungkin untuk hidup dengan HIV dibandingkan populasi pada umumnya, pengecualian mereka untuk hadir dalam pertemuan tingkat tinggi hanya akan menghambat kemajuan global dalam memerangi pandemi HIV/AIDS dan mencapai tujuan dari generasi bebas AIDS,” kata Samantha, seperti dikutip dari IB Times, Jumat (20/5/2016).

Uni Eropa juga telah menulis surat untuk mengekspresikan kekhawatiran atas larangan dari OKI. Dalam surat yang ditandatangani oleh Duta Besar Uni Eropa untuk PBB, Joao Vale de Almedia, Uni Eropa meminta informasi tentang negara mana saja yang keberatan dan alasan mengapa kelompok-kelompok pembela hak LGBT dilarang hadir.

Kanada juga ikut khawatiran bahwa ada anggota PBB ingin menghapus kelompok masyarakat sipil dari konferensi tanpa memberikan alasan apapun.
(mas)
Berita Terkait
Rusia ingin PBB Menekan...
Rusia ingin PBB Menekan Amerika Serikat dalam Masalah Ini
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Terbang ke New York, Dilepas Barisan Militer
AS Blokir Voting DK...
AS Blokir Voting DK PBB Soal Gencatan Senjata Selama Pandemi
AS Akui Bergulat Dalam...
AS Akui Bergulat Dalam Masalah Rasisme, Desak Negara Lain untuk Terbuka
Pompeo Sebut Dewan HAM...
Pompeo Sebut Dewan HAM PBB sebagai 'Surga' bagi Diktaktor
Dewan HAM Gelar Debat...
Dewan HAM Gelar Debat Soal Rasisme dan Kebrutalan Polisi, AS Kesal
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
7 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved