Obama Ucapkan Selamat pada Presiden Baru Filipina
Rabu, 18 Mei 2016 - 16:29 WIB
Obama Ucapkan Selamat pada Presiden Baru Filipina
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyampaikan selamat kepada Presiden baru Filipina, Rodrigo Duterte. Ucapan selamat itu disampaikan Obama kala melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Duterte.
Dalam pembicaraan tersebut, Obama mengapresiasi partisipasi masyarakat Filipina dalam pemilihan umum terbaru di negara tersebut. Pemimpin AS itu menyebut, pemilu terakhir menunjukan bahwa demokrasi di Filipina sudah bangkit.
"Obama mencatat tingginya jumlah pemilih dalam pemilu yang merupakan tanda demokrasi di Filipina telah hidup," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (18/5).
"Dia juga menyoroti komitmen bersama kedua negara mengenai perkembangan demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," sambungnya.
Duterte sendiri merupakan sosok yang sangat kontroversial, dan kerap disebut sebagai Donald Trump-nya Filipina. Kontroversi ini terlihat dari sejumlah pernyataan yang dia buat saat melakukan kampanye beberapa waktu lalu.
Salah satu pernyataan kontroversial yang dia pernah buat adalah saat dirinya berjanji membunuh semua penjahat narkoba dan tubuh mereka akan dijadikan pakan ikan di Teluk Manila.
Dia juga pernah membuat lelucon untuk korban pembunuhan dan perkosaan terhadap misionaris perempuan asal Australia saat kerusuhan di penjara Davao. Bahkan, Duterte pernah menghina Paus Fransiskus dengan menyebutnya sebagai “anak pelacur”.
Terlepas dari kontroversi yang dia buat, Duterte sukses memikat publik Filipina dengan memenangkan pemilihan presiden. Dia pernah berjani melarang alkohol dan rokok untuk anak-anak.
Dalam pembicaraan tersebut, Obama mengapresiasi partisipasi masyarakat Filipina dalam pemilihan umum terbaru di negara tersebut. Pemimpin AS itu menyebut, pemilu terakhir menunjukan bahwa demokrasi di Filipina sudah bangkit.
"Obama mencatat tingginya jumlah pemilih dalam pemilu yang merupakan tanda demokrasi di Filipina telah hidup," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (18/5).
"Dia juga menyoroti komitmen bersama kedua negara mengenai perkembangan demokrasi, hak asasi manusia, supremasi hukum dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," sambungnya.
Duterte sendiri merupakan sosok yang sangat kontroversial, dan kerap disebut sebagai Donald Trump-nya Filipina. Kontroversi ini terlihat dari sejumlah pernyataan yang dia buat saat melakukan kampanye beberapa waktu lalu.
Salah satu pernyataan kontroversial yang dia pernah buat adalah saat dirinya berjanji membunuh semua penjahat narkoba dan tubuh mereka akan dijadikan pakan ikan di Teluk Manila.
Dia juga pernah membuat lelucon untuk korban pembunuhan dan perkosaan terhadap misionaris perempuan asal Australia saat kerusuhan di penjara Davao. Bahkan, Duterte pernah menghina Paus Fransiskus dengan menyebutnya sebagai “anak pelacur”.
Terlepas dari kontroversi yang dia buat, Duterte sukses memikat publik Filipina dengan memenangkan pemilihan presiden. Dia pernah berjani melarang alkohol dan rokok untuk anak-anak.
(esn)