Pengacara UEA Tawari Obama Pekerjaan agar Kenal Toleransi Islam
Selasa, 17 Mei 2016 - 14:49 WIB
Pengacara UEA Tawari Obama Pekerjaan agar Kenal Toleransi Islam
A
A
A
DUBAI - Seorang pengacara Uni Emirat Arab (UEA), Eisa Bin Haidar, menawarkan pekerjaan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, di kantornya. Tawaran itu diberikan agar Obama berkenalan dengan “toleransi Islam”.
Haidar menuliskan tawaran itu melalui Twitter.
”Presiden Obama, saya menawarkan pekerjaan di kantor saya, gaji, perumahan, tiket dan perjalanan ke negara-negara Arab. Supaya berkenalan erat dengan makna toleransi Islam,” tulis Haidar.
Jabatan Presiden Obama akan berakhir dalam delapan bulan ke depan.
Haidar kepada Gulf News menjelaskan rinci mengapa dia menawarkan pekerjaan untuk tokoh sekelas Presiden Amerika.
“Sebuah faksi media Amerika dan Barat telah terus-menerus meprofilkan Islam sebagai agama teror dan mengkategorikan Muslim sebagai teroris. Nah, itu sama sekali tidak benar. Islam adalah agama toleran, saling memahami, pemaaf, dan penerima. Ini bukan agama teror dan Muslim bukan teroris,” kata Haidar.
”Satu-satunya cara bagi Barat untuk menerima dan memahami Islam dan Muslim adalah datang dan tinggal bersama kami, di antara kami. Setelah dia (Obama) meninggalkan kantornya di Gedung Putih, saya menawarkan kerja (pada) Presiden Obama di firma hukum saya dan kemudian dia akan datang dan tinggal di antara orang-orang Arab dan Muslim dan belajar makna yang tepat dari toleransi,” ujarnya.
Dia juga menuliskan tweet dalam bahasa Arab. ”Saya tahu tawaran saya sedikit aneh, tetapi Anda (Obama) harus hidup dengan Muslim untuk mengenal mereka secara dekat dan jauh dari sandiwara politik yang sedang dipelopori oleh AS,” tulis dia, yang dikutip Al Arabiya, Selasa (17/5/2016).
Haidar menuliskan tawaran itu melalui Twitter.
”Presiden Obama, saya menawarkan pekerjaan di kantor saya, gaji, perumahan, tiket dan perjalanan ke negara-negara Arab. Supaya berkenalan erat dengan makna toleransi Islam,” tulis Haidar.
Jabatan Presiden Obama akan berakhir dalam delapan bulan ke depan.
Haidar kepada Gulf News menjelaskan rinci mengapa dia menawarkan pekerjaan untuk tokoh sekelas Presiden Amerika.
“Sebuah faksi media Amerika dan Barat telah terus-menerus meprofilkan Islam sebagai agama teror dan mengkategorikan Muslim sebagai teroris. Nah, itu sama sekali tidak benar. Islam adalah agama toleran, saling memahami, pemaaf, dan penerima. Ini bukan agama teror dan Muslim bukan teroris,” kata Haidar.
”Satu-satunya cara bagi Barat untuk menerima dan memahami Islam dan Muslim adalah datang dan tinggal bersama kami, di antara kami. Setelah dia (Obama) meninggalkan kantornya di Gedung Putih, saya menawarkan kerja (pada) Presiden Obama di firma hukum saya dan kemudian dia akan datang dan tinggal di antara orang-orang Arab dan Muslim dan belajar makna yang tepat dari toleransi,” ujarnya.
Dia juga menuliskan tweet dalam bahasa Arab. ”Saya tahu tawaran saya sedikit aneh, tetapi Anda (Obama) harus hidup dengan Muslim untuk mengenal mereka secara dekat dan jauh dari sandiwara politik yang sedang dipelopori oleh AS,” tulis dia, yang dikutip Al Arabiya, Selasa (17/5/2016).
(mas)