Sekjen PBB Minta Pelaku Serangan ke Kamp Pengungsi Diadili
Sabtu, 07 Mei 2016 - 20:23 WIB
Sekjen PBB Minta Pelaku Serangan ke Kamp Pengungsi Diadili
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jendral (Sekjen) PBB, Ban Ki-moon mengaku marah terhadap serangan udara yang menghantam sebuah kamp pengungsi Suriah di Idlib, Suriah. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 28 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Ki-moon menuntut Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membawa pelaku serangan ke kamp pengungsi itu ke Mahkamah Pidana Internasional. Dengan begitu, pengadilan yang berbasis di Den Haag dapat membuka penyelidikan akan kemungkinan terjadinya kejahatan perang, seperti dikutip dari France24, Sabtu (7/5/2016).
Sementara itu, Kepala HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein menepis faktor kecelakaan dalam insiden tersebut. Pasalnya, tenda-tenda para pengungsi bisa terlihat dari udara.
"Hal ini jauh lebih mungkin mereka sengaja dan jumlah korban bisa masukan dalam korban kejahatan perang," katanya mengomentari serangan yang juga melukai 50 orang itu.
Hingga saat ini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Rezim Suriah mengaku tidak melakukan serangan tersebut. Sedangkan Rusia menuding kelompok Front al-Nusra berada dibalik serangan tersebut.
Ki-moon menuntut Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membawa pelaku serangan ke kamp pengungsi itu ke Mahkamah Pidana Internasional. Dengan begitu, pengadilan yang berbasis di Den Haag dapat membuka penyelidikan akan kemungkinan terjadinya kejahatan perang, seperti dikutip dari France24, Sabtu (7/5/2016).
Sementara itu, Kepala HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein menepis faktor kecelakaan dalam insiden tersebut. Pasalnya, tenda-tenda para pengungsi bisa terlihat dari udara.
"Hal ini jauh lebih mungkin mereka sengaja dan jumlah korban bisa masukan dalam korban kejahatan perang," katanya mengomentari serangan yang juga melukai 50 orang itu.
Hingga saat ini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Rezim Suriah mengaku tidak melakukan serangan tersebut. Sedangkan Rusia menuding kelompok Front al-Nusra berada dibalik serangan tersebut.
(ian)