Abu Sayyaf Lepas 10 WNI dengan Tebusan Rp14 M? Militer Filipina Bungkam

Senin, 02 Mei 2016 - 08:01 WIB
Abu Sayyaf Lepas 10...
Abu Sayyaf Lepas 10 WNI dengan Tebusan Rp14 M? Militer Filipina Bungkam
A A A
MANILA - Kelompok Abu Sayyaf membebaskan sepuluh warga negara Indonesia (WNI) Minggu kemarin, setelah disandera lima minggu. Sumber di Filipina menyatakan sepuluh sandera dibebaskan dengan tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp14 miliar, namun militer Filipina bungkam soal informasi tebusan itu.

Sepuluh WNI ditinggalkan kelompok Abu Sayyaf di rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Tan Jr., di Jolo saat hujan lebat di siang hari. Mereka sudah tiba di Indonesia dan sudah di bawa ke RSPAD Jakarta.

Sepuluh WNI itu adalah Peter Tonson, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputria, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.

Kepala Polisi Jolo, Junpikar Sitin, sebelumnya mengkonfirmasi pembebasan 10 WNI itu. ”Mereka muncul terlihat lelah tetapi dalam semangat yang tinggi,” katanya, yang membenarkan bahwa para WNI dijamu di rumah Gubernur Sulu, seperti dilansir Philstar, Senin (2/5/2016).

Dalam video yang diposting di halaman Facebook yang terkait dengan Abu Sayyaf, para bandit mengancam akan membunuh para pelaut Indonesia itu kecuali tebusan 50 juta Peso dibayarkan pada 8 April.


Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menolak mengkonfirmasi perihal uang tebusan itu. AFP sebelumnya meminta semua pihak untuk tidak membayar uang tebusan kepda Abu Sayyaf.

Juru bicara Komando Mindanao Barat Militer Filipina, Mayor Filemon Tan Jr, mengatakan laporan intelijen menyebutkan bahwa kelompok panyendera 10 WNI ini merupakan faksi Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Alhabshi Misaya.


Sitin mengaku tidak tahu bahwa uang tebusan telah dibayarkan. Sedangkan Wali Kota Jolo, Hussin Amin, juga tidak menerima informasi apakah pembebasan 10 WNI itu dengan tebusan atau tidak.


Jika pembebasan besar ini datang dengan imbalan uang, mereka yang membayar mendukung Abu Sayyaf, kata Hussin Amin.


Uang ini akan digunakan untuk membeli lebih banyak senjata api dan akan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh penjahat ini,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
29 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved