Abu Sayyaf Licik, Sandera Selamat Sebut Operasi Militer Opsi Terbaik

Jum'at, 29 April 2016 - 17:52 WIB
Abu Sayyaf Licik, Sandera...
Abu Sayyaf Licik, Sandera Selamat Sebut Operasi Militer Opsi Terbaik
A A A
WASHINGTON - Gracia Burnham, seorang wanita Amerika Serikat (AS) yang pernah ditawan kelompok Abu Sayyaf mengungkap kelicikan kelompok penculik itu.

Sandera yang selamat ini menilai operasi militer adalah opsi terbaik, karena Abu Sayyaf tak bisa dipercaya termasuk dalam hal uang tebusan.

Gracia percaya, sandera asal Kanada; John Ridsdel, yang dieksekusi penggal oleh Abu Sayyaf di Filipina selatan sebenarnya sudah diupayakan untuk ditebus. Bukan oleh Pemerintah Kanada, tapi oleh pihak keluarga dan rekannya.

Jika (kanada) telah tahu apa yang mereka lakukan di medan perang, mungkin ide yang baik adalah bergerak untuk mendapatkan pria (yang disandera) keluar dari sana, kata Gracia Burnham, seorang misionaris AS yang disandera Abu Sayyaf lebih dari satu tahun.


Gracia dan suaminya Martin Burnham merayakan ulang tahun pernikahan mereka ke-18 di sebuah resor pulau di Palawan, Filipina, pada tahun 2001. Saat itulah mereka diculik bersama dengan dua orang lainnya.


Gracia mengatakan mereka mengelilingi hutan, menderita disentri akibat terkontaminasi air sungai yang kotor. Dia mengaku bertanya-tanya apakah dia dan suaminya saat itu akan melihat keluarga mereka lagi atau tidak.


Wanita ini harap-harap cemas, terutama saat mendengar kabar uang tebusan dibayar. "Kami sangat senang ketika seseorang membayar uang tebusan bagi kami,” katanya dalam wawancaranya dengan CTV News, Kamis (28/4/2016).

Meski ditebus, kata dia, opsi tidak bekerja. Abu Sayyaf ternyata menuntut lebih.


Gracia melanjutkan, awalnya, para penculik membawa pergi sandera Peru-Amerika; Guillermo Sobero dan membunuhnya. Dia dan suaminya diberitahu kelompok Abu Sayyaf bahwa Sobero “dibebaskan tanpa kepala”.


Menurut Gracia, saat itu militer Filipina telah memasang alat pelacak ke salah satu militan sehingga diketahui jumlah kelompok itu sekitar 80 orang.

Dengan data itu, tentara Filipina menyerbu kawasan gunung dan terjadi kontak senjata.”Suami saya dan saya segera ditembaksaya (ditembak) di kaki, dia (suami) dada, kenang Gracia. “Luka di kaki sembuh, luka di dada tidak,” ujarnya, yang menambahkan bahwa suaminya meninggal dengan cepat.


Gracia mengatakan, dia tidak tahu siapa yang melakukan tembakan fatal. “Tetapi banyak tentara kehilangan nyawa, mereka mencoba menyelamatkan kami, jadi saya tidak akan menyalahkan militer untuk apa pun yang terjadi,” katanya.

Apa yang kami inginkan adalah Angkatan Bersenjata Amerika, agen khusus, agar datang dengan kacamata night vision dan hanya membawa kami keluar dari sana,” lanjut Gracia.

Beberapa (pasukan) Navy Seals agar ditempatkan dengan baik, dan bisa membuat kami keluar," katanya mengharapkan misi militer AS. "Tapi itu tidak akan bekerja secara politis. Karena demi kedaulatan, Filipina tidak akan membiarkan orang Amerika berjuang di tanah mereka.


Ahli militer juga setuju dengan misi penyelamatan tentara Kanada, namun hal itu tidak mungkin dengan alasan seperti yang disampaikan Gracia.

Saya tidak berpikir ada sesuatu yang Anda dapat lakukan selain membantu polisi dan pasukan dari negara berdaulat yang terlibat,” kata pensiunan Brigadir Jenderal James Cox kepada The Canadian Press awal pekan ini.


Ahli keamanan Larry Busch menambahkan, tidak mungkin pasukan Kanada dikerahkan di Filipina dengan alasan melanggar kedaulatan Manila. Namun, menurutnya, militer Kanada bisa membantu untuk merencanakan operasi militer yang dikerjakan tentara Filipina.

Saya pikir Pemerintah Filipina cukup mampu membawa (masalah) ini keluar,” ujar Busch.
(mas)
Berita Terkait
6 Negara dengan Garis...
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Termasuk
Mobil Tabrak Kerumunan...
Mobil Tabrak Kerumunan Warga di Festival Hari Lapu Lapu di Vancouver
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini Tandatangani Pakta Pertahanan dengan Kanada
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
3 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
4 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
5 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
6 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Pertempuran Bakhmut...
Pertempuran Bakhmut Hancurkan Unit Militer Terbaik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved