Rusia Sebut Kehadiran Pasukan AS di Suriah Ilegal
Rabu, 27 April 2016 - 22:10 WIB
Rusia Sebut Kehadiran Pasukan AS di Suriah Ilegal
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan, tidak ada dasar hukum untuk kehadiran personel militer Amerika Serikat (AS) di Suriah. Pasalnya, pemerintah Suriah tidak memberi izin pada AS untuk menyebar pasukan di wilayah negara itu.
"Tentu saja mereka tidak sah," kata Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov kepada wartawan, ketika ditanya apakah tentara AS telah dikerahkan di Suriah legal secara hukum, seperti dikutip dari laman Sputnik, Rabu (27/4/2016).
Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengaku akan mengirim 250 pasukan operasi khusus tambahan ke Suriah dalam beberapa pekan mendatang. Pengiriman pasukan itu untuk mendukung milisi lokal dalam perjuangan anti-Daesh, istilah Arab untuk ISIS.
Sebelumnya, pada bulan Oktober tahun lalu, AS telah mengerahkan setidaknya 50 tentara ke Suriah untuk membantu milisi lokal memerangi kelompok ekstrimis ISIS.
ISIS sendiri telah menguasai wilayah yang luas di Suriah dan negara tetangganya, Irak. Kelompok itu telah memproklamirkan sebuah kekhalifahan di atas tanah di bawah kendalinya.
"Tentu saja mereka tidak sah," kata Wakil Menteri Luar Negeri Gennady Gatilov kepada wartawan, ketika ditanya apakah tentara AS telah dikerahkan di Suriah legal secara hukum, seperti dikutip dari laman Sputnik, Rabu (27/4/2016).
Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengaku akan mengirim 250 pasukan operasi khusus tambahan ke Suriah dalam beberapa pekan mendatang. Pengiriman pasukan itu untuk mendukung milisi lokal dalam perjuangan anti-Daesh, istilah Arab untuk ISIS.
Sebelumnya, pada bulan Oktober tahun lalu, AS telah mengerahkan setidaknya 50 tentara ke Suriah untuk membantu milisi lokal memerangi kelompok ekstrimis ISIS.
ISIS sendiri telah menguasai wilayah yang luas di Suriah dan negara tetangganya, Irak. Kelompok itu telah memproklamirkan sebuah kekhalifahan di atas tanah di bawah kendalinya.
(ian)