Gara-gara Serangan Udara AS, ISIS Kehilangan USD800 Juta
Rabu, 27 April 2016 - 18:44 WIB
Gara-gara Serangan Udara AS, ISIS Kehilangan USD800 Juta
A
A
A
WASHINGTON - Pejabat militer Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Baghdad, Irak, mengatakan bahwa serangan udara AS telah menghancurkan dana kas ISIS hingga USD 800 juta.
Mayor Jenderal Peter Gersten mengatakan, AS telah berulang kalil menjadikan gudang uang ISIS sebagai target serangan. "Serangan terhadap sumber pembiayaan ISIS telah berkontribusi terhadap 90% pembelotan dan penurunan bergabungnya anggota baru," katanya seperti dikutip dari BBC, Rabu (27/4/2016).
Dalam briefing kepada wartawan di Washington, Wakil Komandan Operasi dan Intelijen AS untuk operasi pimpinan AS terhadap ISIS ini mengatakan bahwa kurang dari 20 serangan udara telah dilakukan dengan target gudang uang ISIS. Meski begitu, ia tidak menyebutkan bagaimana AS bisa mengetahui jumlah uang yang telah hancur akibat serangan udara AS.
Dalam satu kasus, katanya, diperkirakan USD150 juta hancur di sebuah rumah di Mosul, Irak. "Pasukan yang berperang dengan ISIS mendapatkan informasi intelijen yang menunjukkan sebuah kamar tempat penyimpanan uang milik ISIS di sebuah rumah. Kamar itu kemudian dibom dari udara," jelas Gersten.
Meski begitu, Gersten menyatakan sulit untuk tahu persis total berapa banyak uang yang telah hancur. "Perkiraan menempatkannya di angka antara USD 500 juta dan USD 800 juta," katanya.
Total kekayaan sebenarnya yang dimiliki oleh ISIS belum diketahui. Tetapi, setelah merebut ladang minyak dan pengaturan pajak, diperkirakan mereka mempunyai kekayaan sebesar USD2 miliar dan diperkirakan surplus USD250 juta pada tahun lalu.
(Baca juga: Kas ISIS di Mosul Dibom, Uang Tunai Jutaan Dolar Hancur)
Mayor Jenderal Peter Gersten mengatakan, AS telah berulang kalil menjadikan gudang uang ISIS sebagai target serangan. "Serangan terhadap sumber pembiayaan ISIS telah berkontribusi terhadap 90% pembelotan dan penurunan bergabungnya anggota baru," katanya seperti dikutip dari BBC, Rabu (27/4/2016).
Dalam briefing kepada wartawan di Washington, Wakil Komandan Operasi dan Intelijen AS untuk operasi pimpinan AS terhadap ISIS ini mengatakan bahwa kurang dari 20 serangan udara telah dilakukan dengan target gudang uang ISIS. Meski begitu, ia tidak menyebutkan bagaimana AS bisa mengetahui jumlah uang yang telah hancur akibat serangan udara AS.
Dalam satu kasus, katanya, diperkirakan USD150 juta hancur di sebuah rumah di Mosul, Irak. "Pasukan yang berperang dengan ISIS mendapatkan informasi intelijen yang menunjukkan sebuah kamar tempat penyimpanan uang milik ISIS di sebuah rumah. Kamar itu kemudian dibom dari udara," jelas Gersten.
Meski begitu, Gersten menyatakan sulit untuk tahu persis total berapa banyak uang yang telah hancur. "Perkiraan menempatkannya di angka antara USD 500 juta dan USD 800 juta," katanya.
Total kekayaan sebenarnya yang dimiliki oleh ISIS belum diketahui. Tetapi, setelah merebut ladang minyak dan pengaturan pajak, diperkirakan mereka mempunyai kekayaan sebesar USD2 miliar dan diperkirakan surplus USD250 juta pada tahun lalu.
(Baca juga: Kas ISIS di Mosul Dibom, Uang Tunai Jutaan Dolar Hancur)
(ian)