Korut Stop Tes Nuklir Jika AS Berhenti Latgab dengan Korsel
Minggu, 24 April 2016 - 17:34 WIB
Korut Stop Tes Nuklir Jika AS Berhenti Latgab dengan Korsel
A
A
A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Utara (Korut) mengatakan, negaranya siap untuk menghentikan tes nuklirnya jika Amerika Serikat (AS) menunda latihan militer tahunan dengan Seoul. Sebelumnya, secara rutin AS dan Korsel menggelar latihan gabungan di Semenanjung Korea.
"Hentikan latihan perang nuklir di Semenanjung Korea, maka kami juga berhenti melakukan tes nuklir. Jika latihan dihentikan untuk beberapa periode, selama beberapa tahun, peluang baru mungkin timbul untuk kedua negara dan untuk seluruh dunia juga," kata Menlu Korut Ri Su-yong dalam wawancaranya dengan Assosiated Press, seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (24/4/2016).
Su-yong menyatakan, selama ini AS menghalangi negaranya untuk mengembangkan senjata nuklir sebagai tindakan membela diri. Menurutnya, negaranya mempunyai hak untuk mempertahankan penangkal nuklir. Ia pun memperingatkan jika Pyongyang tidak gentar dengan sanksi internasional.
"Jika kita terus di jalan konfrontasi, ini akan menyebabkan hasil yang menimbulkan bencana, tidak hanya bagi kedua negara, tapi juga untuk seluruh dunia," katanya.
"Ini benar-benar penting bagi pemerintah Amerika Serikat untuk menarik kebijakan bermusuhan terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dan sebagai ungkapan untuk menghentikan latihan militer, latihan perang di Semenanjung Korea. Kemudian kami akan merespon juga," tukasnya.
"Hentikan latihan perang nuklir di Semenanjung Korea, maka kami juga berhenti melakukan tes nuklir. Jika latihan dihentikan untuk beberapa periode, selama beberapa tahun, peluang baru mungkin timbul untuk kedua negara dan untuk seluruh dunia juga," kata Menlu Korut Ri Su-yong dalam wawancaranya dengan Assosiated Press, seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (24/4/2016).
Su-yong menyatakan, selama ini AS menghalangi negaranya untuk mengembangkan senjata nuklir sebagai tindakan membela diri. Menurutnya, negaranya mempunyai hak untuk mempertahankan penangkal nuklir. Ia pun memperingatkan jika Pyongyang tidak gentar dengan sanksi internasional.
"Jika kita terus di jalan konfrontasi, ini akan menyebabkan hasil yang menimbulkan bencana, tidak hanya bagi kedua negara, tapi juga untuk seluruh dunia," katanya.
"Ini benar-benar penting bagi pemerintah Amerika Serikat untuk menarik kebijakan bermusuhan terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dan sebagai ungkapan untuk menghentikan latihan militer, latihan perang di Semenanjung Korea. Kemudian kami akan merespon juga," tukasnya.
(ian)