Buat Senjata Nuklir, Korut Produksi Lebih Banyak Plutonium
Sabtu, 16 April 2016 - 22:10 WIB
Buat Senjata Nuklir, Korut Produksi Lebih Banyak Plutonium
A
A
A
SEOUL - Lembaga monitor Korea Utara (Korut), US-Korea Institute, meyakini jika negara komunis itu berencana untuk memproduksi lebih banyak plutonium untuk senjata nuklir. Dugaan ini didasari pada gambar citra satelit yang menunjukkan kegiatan di pusat nuklir Korut.
"Citra satelit komersial terbaru menunjukkan perkembangan baru di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center. Gambar itu menunjukkan bahwa Korut telah memulai atau berencana untuk memulai rencana pengolahan ulang untuk memisahkan plutonium tambahan untuk senjata nuklir," begitu laporan US-Korea Institute di situs North38 seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Dalam laporannya, lembaga monitor itu menyatakan, gambar citra satelit menunjukkan lori dengan tanki atau tong yang bisa membawa bahan kimia atau limbah. "Keberadaan lori itu telah diamati dalam beberapa kali kesempatan di awal tahun 2000, dimana semuanya berhubungan dengan rencana daur ulang," begitu bunyi laporan tersebut
"Kehadiran lori itu bersamaan dengan kemunculan asap di cerobong pembuangan. Hal ini menunjukkan jika Korut tengah mempersiapkan atau melakukan pengolahan ulang untuk memisahkan plutonium lebih banyak untuk membuat senjata nuklir," demikian bunyi laporan itu.
Sebelumnya, pada bulan Januari lalu, Korut mengklaim telah sukses melakukan uji coba bom hidrogen. Satu bulan berikutnya, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang diduga membawa satelit untuk ditempatkan di orbitnya. Aksi ini berujung pada dijatuhkannya sanksi oleh DK PBB dan Amerika Serikat.
"Citra satelit komersial terbaru menunjukkan perkembangan baru di Yongbyon Nuclear Scientific Research Center. Gambar itu menunjukkan bahwa Korut telah memulai atau berencana untuk memulai rencana pengolahan ulang untuk memisahkan plutonium tambahan untuk senjata nuklir," begitu laporan US-Korea Institute di situs North38 seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Dalam laporannya, lembaga monitor itu menyatakan, gambar citra satelit menunjukkan lori dengan tanki atau tong yang bisa membawa bahan kimia atau limbah. "Keberadaan lori itu telah diamati dalam beberapa kali kesempatan di awal tahun 2000, dimana semuanya berhubungan dengan rencana daur ulang," begitu bunyi laporan tersebut
"Kehadiran lori itu bersamaan dengan kemunculan asap di cerobong pembuangan. Hal ini menunjukkan jika Korut tengah mempersiapkan atau melakukan pengolahan ulang untuk memisahkan plutonium lebih banyak untuk membuat senjata nuklir," demikian bunyi laporan itu.
Sebelumnya, pada bulan Januari lalu, Korut mengklaim telah sukses melakukan uji coba bom hidrogen. Satu bulan berikutnya, Korut meluncurkan roket jarak jauh yang diduga membawa satelit untuk ditempatkan di orbitnya. Aksi ini berujung pada dijatuhkannya sanksi oleh DK PBB dan Amerika Serikat.
(ian)