Kabinet Jerman Setuju Perluas Misi Militer di Mali dan Somalia
Rabu, 13 April 2016 - 23:03 WIB
Kabinet Jerman Setuju Perluas Misi Militer di Mali dan Somalia
A
A
A
BERLIN - Juru bicara pemerintah Jerman mengatakan, kabinet negara itu telah menyetujui rencana untuk memperluas kehadiran militer di Mali dan lepas pantai Somalia selama setahun.
"Kabinet telah memutuskan untuk memperpanjang penempatan Bundeswehr (tentara Jerman) untuk misi anti-pembajakan di lepas pantai Somalia dan (berlanjut) mendukung Mali," kata Steffen Seibert, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (13/4/2016).
Laporan pemerintah menunjukkan, pasukan Jerman akan dikerahkan ke daerah-daerh tadi di bawah naungan Uni Eropa sampai dengan 31 Mei 2017. Namun, Seibert menekankan, rencana itu masih membutuhkan persetujuan dari parlemen nasional.
Di Somalia, Bundeswehr telah terlibat dalam misi patroli Uni Eropa untuk mengamankan navigasi sejak 2008. Jerman berencana untuk memotong jumlah pasukan menjadi 650-600 selama tahun depan.
Sedangkan di Mali, Jerman ingin memperluas kehadiran militernya di utara negara itu. Jerman berusaha untuk mempertahankan keberadaan pasukannya sebagai salah satu kekuatan asing terbesar dari 350 tenaga pelayanan di Mali selatan. Misi Pelatihan Uni Eropa di Mali (EUTM) diluncurkan pada 2013 untuk membantu menstabilkan negara Afrika Barat.
Mali telah dalam kekacauan sejak 2012 kudeta militer ketika suku Tuareg separatis di utara Mali. Pada tahun yang sama, militan Islam bergabung dan memaksa Tuareg keluar dari banyak daerah yang semula berada di bawah kendali mereka.
"Kabinet telah memutuskan untuk memperpanjang penempatan Bundeswehr (tentara Jerman) untuk misi anti-pembajakan di lepas pantai Somalia dan (berlanjut) mendukung Mali," kata Steffen Seibert, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (13/4/2016).
Laporan pemerintah menunjukkan, pasukan Jerman akan dikerahkan ke daerah-daerh tadi di bawah naungan Uni Eropa sampai dengan 31 Mei 2017. Namun, Seibert menekankan, rencana itu masih membutuhkan persetujuan dari parlemen nasional.
Di Somalia, Bundeswehr telah terlibat dalam misi patroli Uni Eropa untuk mengamankan navigasi sejak 2008. Jerman berencana untuk memotong jumlah pasukan menjadi 650-600 selama tahun depan.
Sedangkan di Mali, Jerman ingin memperluas kehadiran militernya di utara negara itu. Jerman berusaha untuk mempertahankan keberadaan pasukannya sebagai salah satu kekuatan asing terbesar dari 350 tenaga pelayanan di Mali selatan. Misi Pelatihan Uni Eropa di Mali (EUTM) diluncurkan pada 2013 untuk membantu menstabilkan negara Afrika Barat.
Mali telah dalam kekacauan sejak 2012 kudeta militer ketika suku Tuareg separatis di utara Mali. Pada tahun yang sama, militan Islam bergabung dan memaksa Tuareg keluar dari banyak daerah yang semula berada di bawah kendali mereka.
(ian)