Nyatakan Situasi Semi-Perang, Rezim Kim Jong-un Salahkan AS

Sabtu, 02 April 2016 - 08:20 WIB
Nyatakan Situasi Semi-Perang,...
Nyatakan Situasi Semi-Perang, Rezim Kim Jong-un Salahkan AS
A A A
JENEWA - Pemerintah rezim Korea Utara (Korut) menyatakan situasi di Semenanjung Korea sudah “semi-perang”. Pemerintah yang dipimpin Kim Jong-un itu menyalahkan Amerika Serikat (AS) sebagai pemicu situasi gawat ini.

Korut melalui Duta-nya untuk PBB di Jenewa, So Se Pyong, mengatakan, lantaran situasi Semenanjung Korea sudah “semi-perang”, Pyongyang nekat akan mengejar program nuklir dan rudal balistik yang ditentang AS dan para sekutunya.

Jika Amerika Serikat terus, maka kita harus membuat langkah-langkah balasan juga. Jadi kita harus mengembangkan, dan kita harus membuat lebih banyak pencegahan, pencegahan nuklir,” kata So dalam wawancaranya dengan Reuters, hari Jumat.

Diplomat top Korut itu menyindir pelaksanaan KTT Keamanan Nuklir di Washington yang membahas cara menekan rezim Pyongyang lebih keras.

Presiden AS; Barack Obama, Presiden Korea Selatan (Korsel); Park Geun-hye dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, bersumpah meningkatkan tekanan pada rezim Kim Jong-un jika Korut tidak menghentikan provokasi.

Sebenarnya bahwa KTT itu, kita menyebutnya semacam propaganda,” kata So.

Simak juga:
Nyatakan Musuh, Kim Jong-un Ancam China dengan Perang Nuklir

Tak Peduli China

Korut juga tidak peduli lagi dengan China dan negara-negara kuat lain yang menekan Pyongyang. Sebelumnya, Presiden China, Xi Jinping, menyerukan dialog untuk menyelesaikan keruwetan di Semenanjung Korea.

Ditanya apakah Korut merasakan tekanan dari China dan negara-negara kuat lain, So menjawab,”Apakah mereka akan melakukan apa-apa, kami tidak peduli. Kami akan di jalan kami sendiri.

(Kami) tidak memiliki dialog dan diskusi tentang itu,” lanjut So.

Korut juga menentang resolusi Dewan Keamanan PBB pada awal Maret 2016 yang isinya memperluas sanksi terhadap Korut yang bisa memicu bencana kelaparan di negara itu. Sanksi dijatuhkan setelah Korut menguji coba senjata nuklir dan rudal balistik.

Kami akan menentang resolusi itu juga karena tidak adil. Pada titik ini, karena ini benar-benar semi-perang sekarang. Kami sedang sibuk untuk menangani hal ini, statusnya semi-perang di Semenanjung Korea,” imbuh dia.

So juga mengecam latihan militer bersama yang dilakukan oleh AS dan pasukan Korea Selatan yang melibatkan sekitar 300 ribu tentara. ”Sekarang mereka membuka (pertunjukan) warna sejati mereka, yang berarti pemenggalan kepala pimpinan tertinggi DPRK,” ujarnya.

Ditanya tentang prospek untuk melanjutkan pembicaraan enam pihak tentang program nuklir Korut yang telah terhenti, So menegaskan bahwa denuklirisasi Semenanjung Korea tidak lagi di atas meja alias tidak ada lagi diskusi.


Jika Amerika Serikat menghentikan kebijakan bermusuhan mereka terhadap DPRK dan datang ke perjanjian damai, maka sesuatu (mungkin) berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Obama dan Presiden China, Xi Jinping, sepakat bekerjasama untuk mengatasi ancaman senjata nuklir Korut.

Sangat penting bagi kami berdua adalah mengejar senjata nuklir Korea Utara, yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan. Presiden Xi dan saya sama-sama berkomitmen untuk denuklirisasi Semenanjung Korea,” kata Obama dalam pertemuannya dengan Xi di Washington.

China dan AS memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama,” sambut Xi kepada wartawan melalui seorang penerjemah.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
44 menit yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
1 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
3 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
7 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
8 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved