Dokumen ISIS Ungkap Artefak Jarahan Dijual Melalui Turki

Kamis, 31 Maret 2016 - 17:34 WIB
Dokumen ISIS Ungkap...
Dokumen ISIS Ungkap Artefak Jarahan Dijual Melalui Turki
A A A
SHADDADI - Sebuah dokumen ISIS yang diperoleh kru dokumenter Russia Today mengungkap bahwa kelompok itu menjual artefak jarahan dari Suriah melalui rute Turki.

Dokumenter channel stasiun televisi Rusia itu sebelumnya menunjukkan sejumlah faktur penjualan minyak illegal kelompok Islamic State (ISIS) dengan Turki. Dokumenter ini dibuat di Kota Shaddadi, Provinsi Hasakah, Suriah, yang ditinggalkan kelompok ISIS setelah diserang pasukan Suriah.

Banyak artefak yang dijarah dari situs-situs kuno di Suriah seperti dari Palmyra dengan nilai jual masing-masing ribuan dolar Amerika Serikat (AS), telah menyebar di pasar-pasar antik mulai dari Eropa Timur hingga AS.

Dokumen penjualan artefak jarahan itu diperoleh kru dokumenter dari kelompok Kurdish People’s Protection Units atau YPG. Dokumen itu dikeluarkan oleh Kementerian Sumber Daya Alam yang didirikan ISIS yang di dalamnya mencakup “Departemen Artefak”.

Salah satu dokumen baru adalah catatan yang memiliki kop surat yang sama dari Kementerian Sumber Daya Alam ISIS seperti faktur penjualan minyak, yang kita bahas terakhir kali,” kata seorang jurnalis yang terlibat pembuatan dokumenter dengan kondisi nama dan wajah disamarkan demi keselamatannya, yang ditayangkan Kamis (31/3/2016).

(Baca juga: Ini Bukti Faktur Dugaan Perdagangan Minyak ISIS dan Turki)

Dokumen yang disita pasukan Kurdi dari bekas hunian kelompok ISIS itu menyebut pria asal Turki di perbatasan terlibat.

Bunyi dokumen itu; ”Untuk saudara yang bertanggung jawab atas perbatasan, mohon membantu berjalannya saudara Hussein Hania Sarira melalui Anda bersama dengan pria asal Turki, seorang pedagang artefak, untuk tujuan bekerja dengan kami di Departemen Artefak di Kementerian Sumber Daya Alam. Semoga Tuhan memberkati Anda, saudara terkasih Abu Uafa At-Tunisi.

Dokumenter itu juga menayangkan kepingan artefak yang masih tertinggal di sebuah lokasi di Kota Shaddadi, salah satunya keramik kuno.

Pemerintah Turki sudah berulang kali menepis bahwa mereka terlibat bisnis dengan ISIS. Namun, sejumlah pihak seperti Kurdi dan Suriah mengatakan sebaliknya.
(mas)
Berita Terkait
10 Negara Asal Serdadu...
10 Negara Asal Serdadu ISIS Terbanyak, Rusia Capai 5.000 Orang
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Teroris ISIS Neil Christopher...
Teroris ISIS Neil Christopher Prakash Dipulangkan ke Australia
Erdogan: Intelijen Turki...
Erdogan: Intelijen Turki Habisi Pemimpin Teroris ISIS di Suriah
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
2 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
3 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
4 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
5 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
6 jam yang lalu
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved