Israel Imbau Warga Negaranya untuk Tinggalkan Turki
Senin, 28 Maret 2016 - 21:21 WIB
Israel Imbau Warga Negaranya untuk Tinggalkan Turki
A
A
A
YERUSALEM - Pemerintah Israel mendesak warga negaranya yang saat ini berada di Turki untuk secepatnya meninggalkan negara itu. Otoritas Israel juga mendesak warganya untuk tidak bepergian ke Turki. Imbauan ini dikeluarkan pada Senin (28/3), menyusul kekhawatiran adanya serangan teroris susulan di Turki.
Sebelumnya, pemerintah Israel menempatkan level travel advisory ke Turki pada level 3. Biro Kontra Terorisme di kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendesak agar travel advisory itu ditingkatkan ke level 2, mengingat adanya “ancaman nyata tingkat tinggi” di Turki.
"Infrastruktur teroris di Turki terus menyusun serangan lanjutan terhadap sasaran objek wisata, termasuk wisatawan Israel di seluruh negeri. Warga Israel di Turki harus "sesegera mungkin meninggalkan" Turki,” sebut pernyataan kantor PM Israel.
Menurut biro tersebut, peningkatan level ini dikeluarkan sejalan dengan informasi terbaru dari otoritas Turki. Pada 19 Maret silam, 3 wisatawan Israel menjadi korban tewas serangan teror di Istanbul. Serangan ini diduga didalangi oleh ISIS.
Sikap Pemerintah Israel ini mendapat tanggapan dari Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Turki, Tayyip Erdogan. Menurutnya, Turki juga sudah mengeluarkan peringatan pada warganya soal kemungkinan ancaman teror lanjutan. Namun, ia meminta warga negara Turki untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal.
“Publik harus menahan diri dari pembatasan aktivitas sehari-hari, kondisi yang memang diinginkan oleh teroris,” ujar Kalin, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, pemerintah Israel menempatkan level travel advisory ke Turki pada level 3. Biro Kontra Terorisme di kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendesak agar travel advisory itu ditingkatkan ke level 2, mengingat adanya “ancaman nyata tingkat tinggi” di Turki.
"Infrastruktur teroris di Turki terus menyusun serangan lanjutan terhadap sasaran objek wisata, termasuk wisatawan Israel di seluruh negeri. Warga Israel di Turki harus "sesegera mungkin meninggalkan" Turki,” sebut pernyataan kantor PM Israel.
Menurut biro tersebut, peningkatan level ini dikeluarkan sejalan dengan informasi terbaru dari otoritas Turki. Pada 19 Maret silam, 3 wisatawan Israel menjadi korban tewas serangan teror di Istanbul. Serangan ini diduga didalangi oleh ISIS.
Sikap Pemerintah Israel ini mendapat tanggapan dari Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Turki, Tayyip Erdogan. Menurutnya, Turki juga sudah mengeluarkan peringatan pada warganya soal kemungkinan ancaman teror lanjutan. Namun, ia meminta warga negara Turki untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal.
“Publik harus menahan diri dari pembatasan aktivitas sehari-hari, kondisi yang memang diinginkan oleh teroris,” ujar Kalin, seperti dikutip dari Reuters.
(esn)