Disanksi AS, Iran Justru Percepat Pengembangan Rudal Balisitik
Minggu, 27 Maret 2016 - 16:06 WIB
Disanksi AS, Iran Justru Percepat Pengembangan Rudal Balisitik
A
A
A
TEHERAN - Iran memberikan respon atas sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS). Respon tersebut adalah percepatan pengembangan rudal balistik terbaru yang tengah dibangun Iran.
AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Iran, karena mereka menilai uji coba rudal balisitik yang dilakukan Iran beberapa waktu lalu telah melanggar kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, AS seharusnya tidak menjatuhkan sanksi baru kepada Iran. Sebab, lanjut Zarif, uji coba rudal terbaru yang mereka lakukan tidak melanggar, baik resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB ataupun kesepakatan nuklir.
"Tidak ada batas untuk meningkatkan kemampuan rudal Teheran, karena program ini tidak ada hubungannya dengan senjata nuklir," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (27/3).
"Kami akan menanggapi tindakan terbaru yang dilancarkan AS terhadap program rudal Iran dengan lebih meningkatkan kekuatan rudal kami," sambung politisi senior Irak tersebut.
AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Iran, karena mereka menilai uji coba rudal balisitik yang dilakukan Iran beberapa waktu lalu telah melanggar kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, AS seharusnya tidak menjatuhkan sanksi baru kepada Iran. Sebab, lanjut Zarif, uji coba rudal terbaru yang mereka lakukan tidak melanggar, baik resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB ataupun kesepakatan nuklir.
"Tidak ada batas untuk meningkatkan kemampuan rudal Teheran, karena program ini tidak ada hubungannya dengan senjata nuklir," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu (27/3).
"Kami akan menanggapi tindakan terbaru yang dilancarkan AS terhadap program rudal Iran dengan lebih meningkatkan kekuatan rudal kami," sambung politisi senior Irak tersebut.
(esn)