PBB: Gencatan Senjata di Yaman Dimulai 10 April
Kamis, 24 Maret 2016 - 22:37 WIB
PBB: Gencatan Senjata di Yaman Dimulai 10 April
A
A
A
NEW YORK - Utusan PBB untuk konflik Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan, penghentian permusuhan secara nasional di Yaman akan diberlakukan pada 10 April tengah malam. Kemudian, kedua belah pihak yang berperang akan melakukan pembicaraan damai di Kuwait pada 18 April.
"Pembicaraan bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif, yang akan mengakhiri konflik dan memungkinkan dimulainya kembali dialog politik inklusif sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 (2015) dan resolusi DK PBB lainnya yang relevan," kata Ahmed, seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (24/3/2016).
Menurut utusan PBB, pembicaraan damai akan fokus pada lima bidang utama, termasuk penarikan milisi dan kelompok bersenjata, penyerahan senjata berat kepada negara, dan pengaturan keamanan interim.
Selain itu pembicaraan damai juga akan membahas pemulihan lembaga negara dan dimulainya kembali dialog politik inklusif dan penciptaan sebuah komite khusus untuk narapidana dan tahanan.
Terkait hal tersebut, pihak yang berpartisipasi dalam pembicaraan damai diminta untuk mempresentasikan makalah konsep pada masing-masing daerah pada 3 April. Sebelumnya, usaha-usaha untuk menerapkan gencatan senjata di Yaman kerap gagal dimana masing-masing pihak menuduh pihak lainnya telah melanggar kesepakatan.
"Pembicaraan bertujuan untuk mencapai kesepakatan yang komprehensif, yang akan mengakhiri konflik dan memungkinkan dimulainya kembali dialog politik inklusif sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB 2216 (2015) dan resolusi DK PBB lainnya yang relevan," kata Ahmed, seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (24/3/2016).
Menurut utusan PBB, pembicaraan damai akan fokus pada lima bidang utama, termasuk penarikan milisi dan kelompok bersenjata, penyerahan senjata berat kepada negara, dan pengaturan keamanan interim.
Selain itu pembicaraan damai juga akan membahas pemulihan lembaga negara dan dimulainya kembali dialog politik inklusif dan penciptaan sebuah komite khusus untuk narapidana dan tahanan.
Terkait hal tersebut, pihak yang berpartisipasi dalam pembicaraan damai diminta untuk mempresentasikan makalah konsep pada masing-masing daerah pada 3 April. Sebelumnya, usaha-usaha untuk menerapkan gencatan senjata di Yaman kerap gagal dimana masing-masing pihak menuduh pihak lainnya telah melanggar kesepakatan.
(ian)