Pentagon Pastikan Penasihat Militer ISIS Telah Tewas
Rabu, 16 Maret 2016 - 19:06 WIB
Pentagon Pastikan Penasihat Militer ISIS Telah Tewas
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon menyatakan, bahwa Emir Perang ISIS, Abu Omar al-Shishani telah tewas. Shishani tewas akibat menderita luka dampak serangan udara Amerika Serikat (AS) awal bulan ini.
"Kami menilai dia sudah mati," kata juru bicara pasukan koalisi di Irak dan Suriah, Kolonel Steve Waren, dalam pernyataannya, seperti dikutip dari laman Washington Post, Rabu (16/3/2016).
Sedangkan dalam cuitannya di Twitter, sekelompok aktivis dan jurnalis warga melaporkan situasi Raqqa saat kabar kematian Shishani merebak. "Raqqa dilanda keheningan," begitu cuit mereka mengkonfirmasi kematian Shishani. Raqqa adalah ibukota de facto kelompok ekstrimis ISIS.
Sebelumnya, kelompok Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris dan seorang pejabat intelijen Irak juga telah mengatakan Omar al-Shishani telah tewas. Sosok berjanggut merah itu dimakamkan di provinsi Suriah timur Deir al-Zour.
Shishani bergabung dengan ISIS pada tahun 2013 dan menjadi terkenal sebagai komandan perang yang handal dan pandai dalam strategi. Ia telah berkali-kali dinyatakan tewas sebelumnya. Pada tahun 2014, para pejabat Rusia mengatakan ia telah tewas dalam pertempuran di Chechnya.
"Kami menilai dia sudah mati," kata juru bicara pasukan koalisi di Irak dan Suriah, Kolonel Steve Waren, dalam pernyataannya, seperti dikutip dari laman Washington Post, Rabu (16/3/2016).
Sedangkan dalam cuitannya di Twitter, sekelompok aktivis dan jurnalis warga melaporkan situasi Raqqa saat kabar kematian Shishani merebak. "Raqqa dilanda keheningan," begitu cuit mereka mengkonfirmasi kematian Shishani. Raqqa adalah ibukota de facto kelompok ekstrimis ISIS.
Sebelumnya, kelompok Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris dan seorang pejabat intelijen Irak juga telah mengatakan Omar al-Shishani telah tewas. Sosok berjanggut merah itu dimakamkan di provinsi Suriah timur Deir al-Zour.
Shishani bergabung dengan ISIS pada tahun 2013 dan menjadi terkenal sebagai komandan perang yang handal dan pandai dalam strategi. Ia telah berkali-kali dinyatakan tewas sebelumnya. Pada tahun 2014, para pejabat Rusia mengatakan ia telah tewas dalam pertempuran di Chechnya.
(ian)