Koalisi AS Bombardir Fasilitas Senjata Kimia ISIS
Jum'at, 11 Maret 2016 - 20:18 WIB
Koalisi AS Bombardir Fasilitas Senjata Kimia ISIS
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon mengatakan, koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan udara pertama terhadap situs senjata kimia milik ISIS. Serangan itu dilakukan atas informasi penting dari gerilyawan senior ISIS yang berhasil ditangkap.
Menurut Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook, sejumlah pengeboman yang berjalan sukses adalah hasil dari informasi intelijen Sulayman Dawud al-Bakkar atau yang dikenal dengan sebutan Abu Dawud. Ia adalah seroang ahli senjata kimia untuk kelompok ekstrimis tersebut.
"Melalui Dawud, koalisi mempelajari dengan detail fasilitas senjata dan produksi kimia ISIS, serta orang-orang yang terlibat. Berkat informasi tersebut, sejumlah serangan berjalan sukses dan telah mengganggu serta mendegradasi kemampuan ISIS untuk memproduksi senjata kimia," kata Cook seperti dikutip dari Business Standard, Jumat (11/3/2016).
Dawud ditangkap oleh pasukan khusus AS pada bulan Februari lalu. Ia kemudian dipindahkan ke tahanan Irak setelah interogasi. Tertangkapnya Dawud tampaknya menjadi keuntungan besar dalam memerangi kelompok IS di Irak dan Suriah.
"Penangkapannya membuat sejumlah pemimpin kunci ISIS tewas dan memberikan koalisi informasi penting tentang kemampuan senjata kimia ISIS," kata Cook.
Menurut Sekretaris Pers Pentagon, Peter Cook, sejumlah pengeboman yang berjalan sukses adalah hasil dari informasi intelijen Sulayman Dawud al-Bakkar atau yang dikenal dengan sebutan Abu Dawud. Ia adalah seroang ahli senjata kimia untuk kelompok ekstrimis tersebut.
"Melalui Dawud, koalisi mempelajari dengan detail fasilitas senjata dan produksi kimia ISIS, serta orang-orang yang terlibat. Berkat informasi tersebut, sejumlah serangan berjalan sukses dan telah mengganggu serta mendegradasi kemampuan ISIS untuk memproduksi senjata kimia," kata Cook seperti dikutip dari Business Standard, Jumat (11/3/2016).
Dawud ditangkap oleh pasukan khusus AS pada bulan Februari lalu. Ia kemudian dipindahkan ke tahanan Irak setelah interogasi. Tertangkapnya Dawud tampaknya menjadi keuntungan besar dalam memerangi kelompok IS di Irak dan Suriah.
"Penangkapannya membuat sejumlah pemimpin kunci ISIS tewas dan memberikan koalisi informasi penting tentang kemampuan senjata kimia ISIS," kata Cook.
(ian)