Perluas Wilayah di Libya, ISIS Rekrut Loyalis Gaddafi
Jum'at, 11 Maret 2016 - 17:11 WIB
Perluas Wilayah di Libya, ISIS Rekrut Loyalis Gaddafi
A
A
A
NEW YORK - Para pakar PBB melaporkan pada Deawan Keamanan PBB, bahwa ISIS secara signifikan telah memperluas kontrol di Libya. Hal ini memicu permintaan senjata oleh pihak yang bertikai di negara itu untuk menghadapi ISIS.
Menurut laporan itu, ISIS telah berhasil merekrut pemuda dari suku-suku setempat, menawarkan mereka perlindungan dan keuntungan, serta merekrut perwira militer dari mantan rezim Moammar Gaddafi, seperti dikutip dari Times Of India, Jumat (11/3/2016).
ISIS memusatkan kekuatan mereka di kota pesisir Sirte, memusnahkan oposisi. "Saat ini kelompok tersebut adalah aktor politik dan militer yang paling signifikan di wilayah ini," kata laporan yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu.
ISIS juga terus melakukan perekrutan di Tripoli dan di kota barat Sabrata. Mereka melakukan perekrutan lokal dan pejuang asing yang transit melalui Turki dan Tunisia. Keberadaan ISIS pun memikat kelompok ekstrimis di sub Sahara Afrika untuk bergabung di Sirte dan Benghazi.
"Kekosongan politik dan keamanan telah lebih dimanfaatkan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah, yang secara signifikan telah memperluas kontrol atas wilayah," kata laporan itu tanpa memberikan perkiraan jumlah pejuang ISIS di Libya.
Menurut laporan itu, ISIS telah berhasil merekrut pemuda dari suku-suku setempat, menawarkan mereka perlindungan dan keuntungan, serta merekrut perwira militer dari mantan rezim Moammar Gaddafi, seperti dikutip dari Times Of India, Jumat (11/3/2016).
ISIS memusatkan kekuatan mereka di kota pesisir Sirte, memusnahkan oposisi. "Saat ini kelompok tersebut adalah aktor politik dan militer yang paling signifikan di wilayah ini," kata laporan yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu.
ISIS juga terus melakukan perekrutan di Tripoli dan di kota barat Sabrata. Mereka melakukan perekrutan lokal dan pejuang asing yang transit melalui Turki dan Tunisia. Keberadaan ISIS pun memikat kelompok ekstrimis di sub Sahara Afrika untuk bergabung di Sirte dan Benghazi.
"Kekosongan politik dan keamanan telah lebih dimanfaatkan oleh Negara Islam di Irak dan Suriah, yang secara signifikan telah memperluas kontrol atas wilayah," kata laporan itu tanpa memberikan perkiraan jumlah pejuang ISIS di Libya.
(ian)