Kritik Jokowi: Keberadaan OKI Tak Relevan jika Tak Tolong Palestina!
Senin, 07 Maret 2016 - 11:52 WIB
Kritik Jokowi: Keberadaan OKI Tak Relevan jika Tak Tolong Palestina!
A
A
A
JAKARTA - Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengkritik Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam pidato sambutan pembukaan KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, Senin (7/3/2016). Kata Jokowi, keberadaan OKI tidak relevan jika tidak bisa menolong Palestina.
“OKI dibentuk karena adanya kebutuhan untuk mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, sesuai tema KTT United For A Just Solution, OKI harus menjadi bagian dari solusi, dan bukan bagian dari masalah,” kritik Jokowi.
“Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi. Sekali lagi menjadi tidak relevan lagi,” lanjut kritik Presiden Jokowi.
Jokowi, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa batas toleransi masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina sudah lama berakhir.
”Sebagai bagian dari masyarakat internasional, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan ilegalnya di wilayah pendudukan. Indonesia dan Dunia Islam siap melakukan langkah-langkah konkrit untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif,” kata Jokowi.
”Dunia Islam membutuhkan dukungan dari PBB sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Dunia Islam kembali menyerukan agar proses perdamaian jangan ditunda-tunda lagi untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui ‘Solusi Dua Negara’ (Two-State Solution),” imbuh Presiden Jokowi.
“OKI dibentuk karena adanya kebutuhan untuk mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, sesuai tema KTT United For A Just Solution, OKI harus menjadi bagian dari solusi, dan bukan bagian dari masalah,” kritik Jokowi.
“Apabila OKI tidak bisa menjadi bagian dari solusi Palestina, maka keberadaan OKI menjadi tidak relevan lagi. Sekali lagi menjadi tidak relevan lagi,” lanjut kritik Presiden Jokowi.
Jokowi, dalam sambutannya juga menegaskan bahwa batas toleransi masyarakat internasional terhadap keberlanjutan pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina sudah lama berakhir.
”Sebagai bagian dari masyarakat internasional, Israel harus segera menghentikan aktivitas dan kebijakan ilegalnya di wilayah pendudukan. Indonesia dan Dunia Islam siap melakukan langkah-langkah konkrit untuk terus mendesak Israel mengakhiri penjajahannya atas Palestina dan menghentikan kesewenang-wenangan di Al-Quds Al-Sharif,” kata Jokowi.
”Dunia Islam membutuhkan dukungan dari PBB sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Dunia Islam kembali menyerukan agar proses perdamaian jangan ditunda-tunda lagi untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui ‘Solusi Dua Negara’ (Two-State Solution),” imbuh Presiden Jokowi.
(mas)