Paus Fransiskus Sebut Invasi Arab Fakta Sosial dan Hal Baik
Sabtu, 05 Maret 2016 - 16:28 WIB
Paus Fransiskus Sebut Invasi Arab Fakta Sosial dan Hal Baik
A
A
A
VATIKAN - Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus (Francis) mengatakan, “invasi Arab” yang dihadapai Eropa memang fakta sosial. Namun, tren itu merupakan hal baik atau positif.
”Kita bisa berbicara invasi Arab. Ini adalah fakta sosial,” kata Paus Francis, yang dilansir surat kabar Vatikan, L'Osservatore Romano.
“Berapa banyak invasi telahmembut Eropa berpengalaman dalam perjalanan sejarahnya! Tapi (Eropa) selalu mampu mengatasi mereka dan bergerak maju, menemukan dirinya dipuji dan ditinggikan dengan pertukaran budaya yang mereka bawa,” lanjut Paus.
Paus menilai sejarah migrasi ke Eropa ada dampak positif bagi budaya Eropa seperti yang dikenal sekarang. “Eropa adalah satu-satunya benua yang dapat membawa beberapa kesatuan untuk dunia,” katanya.
Eropa terus berjuang dengan masuknya para pencari suaka asal Timur Tengah. Komisi Eropa pada Jumat (4/3/2016), menyatakan jumlah warga Suriah yang mencari suaka telah mencapai 362.800 jiwa atau sebesar dua kali lipat dari tahun lalu. Sedangkan pencari suaka asal Irak melonjak menjadi 121.500 jiwa.
Pernyataan Paus itu muncul setelah Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, menuduh Austria dan negara-negara Balkan lainnya telah ”membunuh Eropa”. Alasannya, negara-negara itu memberlakukan pembatasan jumlah pencari suaka dan membangun perbatasan yang menyebabkan sekitar 30 ribu pencari suaka terdampar di Yunani.
”Apa yang disepakati negara-negara ini dan memutuskan menentang semua aturan di Eropa, kami menganggapnya sebagai langkah tidak ramah," kata Tsipras dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild.
”Hal ini tidak bisa bahwa setelah sesuatu diadopsi pada KTT Uni Eropa, beberapa negara memutuskan untuk menutup perbatasan mereka. Negara-negara ini membunuh Eropa!,” katanya.
”Kita bisa berbicara invasi Arab. Ini adalah fakta sosial,” kata Paus Francis, yang dilansir surat kabar Vatikan, L'Osservatore Romano.
“Berapa banyak invasi telahmembut Eropa berpengalaman dalam perjalanan sejarahnya! Tapi (Eropa) selalu mampu mengatasi mereka dan bergerak maju, menemukan dirinya dipuji dan ditinggikan dengan pertukaran budaya yang mereka bawa,” lanjut Paus.
Paus menilai sejarah migrasi ke Eropa ada dampak positif bagi budaya Eropa seperti yang dikenal sekarang. “Eropa adalah satu-satunya benua yang dapat membawa beberapa kesatuan untuk dunia,” katanya.
Eropa terus berjuang dengan masuknya para pencari suaka asal Timur Tengah. Komisi Eropa pada Jumat (4/3/2016), menyatakan jumlah warga Suriah yang mencari suaka telah mencapai 362.800 jiwa atau sebesar dua kali lipat dari tahun lalu. Sedangkan pencari suaka asal Irak melonjak menjadi 121.500 jiwa.
Pernyataan Paus itu muncul setelah Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, menuduh Austria dan negara-negara Balkan lainnya telah ”membunuh Eropa”. Alasannya, negara-negara itu memberlakukan pembatasan jumlah pencari suaka dan membangun perbatasan yang menyebabkan sekitar 30 ribu pencari suaka terdampar di Yunani.
”Apa yang disepakati negara-negara ini dan memutuskan menentang semua aturan di Eropa, kami menganggapnya sebagai langkah tidak ramah," kata Tsipras dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Bild.
”Hal ini tidak bisa bahwa setelah sesuatu diadopsi pada KTT Uni Eropa, beberapa negara memutuskan untuk menutup perbatasan mereka. Negara-negara ini membunuh Eropa!,” katanya.
(mas)