Rusia Sentil AS Soal Penyebaran Sistem Rudal di Korsel
Kamis, 03 Maret 2016 - 21:11 WIB
Rusia Sentil AS Soal Penyebaran Sistem Rudal di Korsel
A
A
A
MOSKOW - Niatan Amerika Serikat (AS) untuk menyebar sistem rudal di Korea Selatan (Korsel) mendapat perhatian dari Rusia. Moskow menilai hal itu hanya akan memicu eskalasi ketegangan dan perlombaan senjata di Semenanjung Korea.
"Kami mengganggap sebuah hal yang tidak dapat diterima eskalasi ketegangan dan upaya untuk menyiapkan perlombaan senjata dengan munculnya garis-garis pemisah baru di kawasan Semenanjung Korea," begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia seperti dikutip dari TASS, Kamis (3/3/2016).
Karenanya, Rusia meminta AS untuk mempertimbangkan semua hal terkait rencana tersebut. "Kami berharap bahwa pihak yang relevan untuk mempertimbangkan semua biaya yang berkaitan dengan rencana penggelaran sistem perisai rudal AS, THAAD," kata Kemlu Rusia.
Rusia juga berharap sanksi yang dijatuhkan oleh PBB terhadap Korea Utara (Korut) tidak memperburuk situasi di negara komunis tersebut.
"Kami juga berharap bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB tidak akan ditafsirkan untuk memperburuk situasi ekonomi dan kemanusiaan warga Korea Utara," demikian pernyataan Kemlu Rusia.
"Kami mengganggap sebuah hal yang tidak dapat diterima eskalasi ketegangan dan upaya untuk menyiapkan perlombaan senjata dengan munculnya garis-garis pemisah baru di kawasan Semenanjung Korea," begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia seperti dikutip dari TASS, Kamis (3/3/2016).
Karenanya, Rusia meminta AS untuk mempertimbangkan semua hal terkait rencana tersebut. "Kami berharap bahwa pihak yang relevan untuk mempertimbangkan semua biaya yang berkaitan dengan rencana penggelaran sistem perisai rudal AS, THAAD," kata Kemlu Rusia.
Rusia juga berharap sanksi yang dijatuhkan oleh PBB terhadap Korea Utara (Korut) tidak memperburuk situasi di negara komunis tersebut.
"Kami juga berharap bahwa resolusi Dewan Keamanan PBB tidak akan ditafsirkan untuk memperburuk situasi ekonomi dan kemanusiaan warga Korea Utara," demikian pernyataan Kemlu Rusia.
(ian)