Dijamin Tak Ada Hukuman Mati, AFP Ikut Usut Kasus Kopi Maut Mirna

Minggu, 28 Februari 2016 - 11:55 WIB
Dijamin Tak Ada Hukuman...
Dijamin Tak Ada Hukuman Mati, AFP Ikut Usut Kasus Kopi Maut Mirna
A A A
CANBERRA - Kepolisian Federal Australia (AFP) bersedia membantu kepolisian Indonesia untuk mengusut kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang diduga diracuni kopi bercampur sianida. AFP bersedia membantu setelah kepolisian Indonesia menjamin tidak ada hukuman mati dalam kasus “kopi maut” Mirna.

Teman Mirna, Jessica Kumala Wongso, 27, telah ditetapkan Kepolisan Daerah (Polda) Metro Jakarta sebagai tersangka dalam kematian Mirna. Jessica disebut-sebut sudah menjadi penduduk tetap Australia.

Persetujuan AFP membantu polisi Indonesia itu diberikan oleh Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan.

Mirna meninggal setelah menenggak kopi yang diduga mengandung racun sianida di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Januari lalu. Mirna, kala itu berada di kafe bersama teman-temannya, salah satunya Jessica. Dia meninggal setelah di bawa ke rumah sakit.

Pekan lalu, Kapolda Metro Jakarta, Irjen. Pol.Tito Karnavian, terbang ke Australia menemui Keenan. Pihaknya meminta bantuan AFP untuk mengusut kasus ini, karena Mirna dan Jessica pernah belajar bersama di Billy Blue College of Design Sydney dan Swinburne University of Technology di Melbourne.


Seorang juru bicara untuk Keenan mengatakan kepada Fairfax Media bahwa Menteri Keenan setuju Australia memberikan bantuan penyelidikan dugaan pembunuhan itu sesuai hukum Australia.

Pemerintah Indonesia telah memberikan jaminan kepada Pemerintah Australia bahwa hukuman mati tidak akan dicari atau dilakukan sehubungan dengan dugaan pembunuhan itu,” katanya, yang dilansir Minggu (28/2/2016).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro, Komisaris Besar Krishna Murti, kepada Fairfax Media, mengatakan, jaminan tidak adanya hukuman mati itu dari Kejaksaan Agung.

Harap dicatat bahwa hukuman mati adalah hukuman maksimal, itu disediakan untuk kejahatan luar biasa saja, katanya. "Setelah ada jaminan, persetujuan (bantuan) diberikan dan sekarang kami sudah mulai bekerja sama dengan AFP,” ujarnya.

AFP pernah menghadapi kritik publik Australia ketika menyerahkan informasi kepada pihak berwenang Indonesia tentang sindikat gembong narkoba “Bali Nine”. Hal itu secara tidak langsung menyebabkan dua anggota “Bali Nine” asal Australia; Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, dieksekusi di Indonesia tahun lalu.


(Ikuti: Perkembangan Kasus "Kopi Maut" Mirna)
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved