Warga Eropa dan AS Percaya Turki Kerjasama dengan ISIS
Jum'at, 26 Februari 2016 - 17:38 WIB
Warga Eropa dan AS Percaya Turki Kerjasama dengan ISIS
A
A
A
MOSKOW - Rusia kembali "menyerang" Turki tekait tudingan bekerjasama dengan ISIS dalam perdagangan minyak ilegal. Kali ini, Rusia menyerang Turki dengan menerbitkan hasil jajak pendapat alias polling yang dilakukan di negara-negara besar Barat terkait tudingannya itu.
Alhasil, warga Barat percaya jika Turki mempunyai hubungan dalam perdagangan minyak ilegal ISIS. Jajak pendapat yang diadakan oleh Sputnik itu menunjukkan, 72% responden Prancis percaya bahwa Ankara menutup mata jika pendagang Turki membeli minyak dari ISIS.
Sementara 52% warga Jerman, 41% warga Inggris, dan 38% warga Amerika Serikat (AS) menduga Ankara kemungkinan mendukung bisnis minyak ilegal ISIS. Survei ini dilakukan awal bulan ini dengan melibatkan sebuah perusahaan riset Inggris, Populus, dan Institut Opini Publik Prancis seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (26/2/2016).
Moskow selama ini kerap menuding Turki terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Tuduhan itu muncul setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia di Suriah pada November 2015.
Namun, tudingan tersebut dengan tegas dibantah oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bahkan dalam pidato televisi baru-baru ini, Erdogan mengatakan bahwa George Hasawi, warga Suriah yang memegang paspor Rusia, adalah agen utama dalam pembelian minyak ilegal dari IS.
Minyak telah menjadi sumber utama pendapatan untuk ISIS setelah menguasai wilayah luas yang membentang dari Timur Suriah ke Barat Lau Irak, di mana ladang minyak besar berada.
Alhasil, warga Barat percaya jika Turki mempunyai hubungan dalam perdagangan minyak ilegal ISIS. Jajak pendapat yang diadakan oleh Sputnik itu menunjukkan, 72% responden Prancis percaya bahwa Ankara menutup mata jika pendagang Turki membeli minyak dari ISIS.
Sementara 52% warga Jerman, 41% warga Inggris, dan 38% warga Amerika Serikat (AS) menduga Ankara kemungkinan mendukung bisnis minyak ilegal ISIS. Survei ini dilakukan awal bulan ini dengan melibatkan sebuah perusahaan riset Inggris, Populus, dan Institut Opini Publik Prancis seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (26/2/2016).
Moskow selama ini kerap menuding Turki terlibat dalam perdagangan minyak ilegal dengan ISIS. Tuduhan itu muncul setelah Turki menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia di Suriah pada November 2015.
Namun, tudingan tersebut dengan tegas dibantah oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bahkan dalam pidato televisi baru-baru ini, Erdogan mengatakan bahwa George Hasawi, warga Suriah yang memegang paspor Rusia, adalah agen utama dalam pembelian minyak ilegal dari IS.
Minyak telah menjadi sumber utama pendapatan untuk ISIS setelah menguasai wilayah luas yang membentang dari Timur Suriah ke Barat Lau Irak, di mana ladang minyak besar berada.
(ian)