Resepsionis Paus Francis Ditemukan Tewas dalam Kondisi Hamil
Kamis, 25 Februari 2016 - 09:14 WIB
Resepsionis Paus Francis Ditemukan Tewas dalam Kondisi Hamil
A
A
A
ROMA - Resepsionis yang bekerja untuk pemimpin Vatikan; Paus Fransiskus (Francis) ditemukan tewas di apartemennya di Roma. Resepsionis itu tewas dalam kondisi hamil tujuh bulan.
Resepsionis itu bernama Miriam Woulou, 34 tahun. Dia beraal dari Eritrea.
Dia tercatat bekerja untuk Paus Francis di “guesthouse” yang dikenal dengan sebutan Santa Marta. Media Italia melaporkan, pekerajaan Woulou semacam penjaga gerbang untuk Paus, serta untuk para uskup dan kardinal yang tinggal di sana.
Paus memilih untuk tinggal di Santa Marta setelah pengangkatannya pada tahun 2013. Paus menolak apartemen megah karena dianggap terlalu mewah baginya.
Dokter pernah memperingatkan Wuolou menderita diabetes serius yang membuat kehamilannya berisiko.
Polisi sedang menyelidiki kasus kematian Woulou dan telah mewawancarai anggota keluarga, mantan suami dan pasangan barunya. Demikian laporan surat kabar yang berbasis di Roma, il Messaggero.
Pemeriksaan eksternal pertama, menurut polisi, tidaka da tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban.
Kakaknya menemukan tubuh korban pada hari Jumat setelah dia tidak mendengar kabar Woulou selama beberapa hari. Selain auotopsi, tes DNA pada janin yang dikandung korban juga akan dilakukan.
“Paus Francis telah diberitahu tentang kematian itu. Kita semua sedih dengan berita ini,” kata juru bicara Vatikan; Pastor Federico Lombardi, semalam (24/2/2016).
Resepsionis itu bernama Miriam Woulou, 34 tahun. Dia beraal dari Eritrea.
Dia tercatat bekerja untuk Paus Francis di “guesthouse” yang dikenal dengan sebutan Santa Marta. Media Italia melaporkan, pekerajaan Woulou semacam penjaga gerbang untuk Paus, serta untuk para uskup dan kardinal yang tinggal di sana.
Paus memilih untuk tinggal di Santa Marta setelah pengangkatannya pada tahun 2013. Paus menolak apartemen megah karena dianggap terlalu mewah baginya.
Dokter pernah memperingatkan Wuolou menderita diabetes serius yang membuat kehamilannya berisiko.
Polisi sedang menyelidiki kasus kematian Woulou dan telah mewawancarai anggota keluarga, mantan suami dan pasangan barunya. Demikian laporan surat kabar yang berbasis di Roma, il Messaggero.
Pemeriksaan eksternal pertama, menurut polisi, tidaka da tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban.
Kakaknya menemukan tubuh korban pada hari Jumat setelah dia tidak mendengar kabar Woulou selama beberapa hari. Selain auotopsi, tes DNA pada janin yang dikandung korban juga akan dilakukan.
“Paus Francis telah diberitahu tentang kematian itu. Kita semua sedih dengan berita ini,” kata juru bicara Vatikan; Pastor Federico Lombardi, semalam (24/2/2016).
(mas)