Saudi Ingin Hancurkan ISIS, Bukan Rezim Assad
Jum'at, 19 Februari 2016 - 19:15 WIB
Saudi Ingin Hancurkan ISIS, Bukan Rezim Assad
A
A
A
RIYADH - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir menyatakan, partisipasi pasukan Saudi dalam operasi darat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah akan fokus untuk memerangi kelompok ISIS, bukan Presiden Bashar al-Assad.
"Arab Saudi telah menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan khusus ke Suriah sebagai bagian dari koalisi, dengan tujuan untuk menghilangkan Daesh. Ini adalah misi dan tanggung jawab," kata Jubeir, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (19/2/2016).
Riyadh selama ini selalu mengambil posisi yang berseberangan dengan Damaskus. Namun, Juberi mengatakan, setiap kekuatan Saudi yang berpartisipasi akan menjadikan pertempuran melawan ISIS sebagai prioritas.
"Untuk saat ini, tujuan dari setiap pasukan darat atau pasukan khusus akan berjuang melawan Daesh guna merebut wilayah dari mereka. Jika mereka masuk Suriah, pasukan ini akan bekerja dalam rangka koalisi internasional guna memerangi Daesh, tidak akan ada operasi sepihak," tegasnya.
Ditanya apakah misi ini nantinya dapat diperluas untuk mencakup operasi melawan pasukan Assad, Jubeir mengatakan hal itu akan menjadi sesuatu yang harus diputuskan oleh koalisi internasional."
"Arab Saudi telah menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan khusus ke Suriah sebagai bagian dari koalisi, dengan tujuan untuk menghilangkan Daesh. Ini adalah misi dan tanggung jawab," kata Jubeir, menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (19/2/2016).
Riyadh selama ini selalu mengambil posisi yang berseberangan dengan Damaskus. Namun, Juberi mengatakan, setiap kekuatan Saudi yang berpartisipasi akan menjadikan pertempuran melawan ISIS sebagai prioritas.
"Untuk saat ini, tujuan dari setiap pasukan darat atau pasukan khusus akan berjuang melawan Daesh guna merebut wilayah dari mereka. Jika mereka masuk Suriah, pasukan ini akan bekerja dalam rangka koalisi internasional guna memerangi Daesh, tidak akan ada operasi sepihak," tegasnya.
Ditanya apakah misi ini nantinya dapat diperluas untuk mencakup operasi melawan pasukan Assad, Jubeir mengatakan hal itu akan menjadi sesuatu yang harus diputuskan oleh koalisi internasional."
(ian)