Bom Guncang Bus Militer Turki, Erdogan Sebut Pelakunya Cuma Pion
Kamis, 18 Februari 2016 - 07:49 WIB
Bom Guncang Bus Militer Turki, Erdogan Sebut Pelakunya Cuma Pion
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut pelaku serangan bom di dekat bus militer Turki yang menewaskan 28 orang semalam, cuma “pion”.
Ankara mengutuk keras serangan bom yang mereka anggap sebagai ulah teroris.
Ledakan itu terjadi di dekat markas militer, gedung parlemen dan kantor pemerintah lain di jantung Ibu Kota Ankara.
”Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan pion yang melaksanakan serangan tersebut, yang tidak mengenal batas moral atau kemanusiaan, dan kekuatan di belakang mereka dengan tekad lebih setiap hari,” ujar Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/2/2016).
Wakil Perdana Menteri Turki dan juru bicara pemerintah; Numan Kurtulmus; membenarkan korban tewas sebanyak 28 orang termasuk tentara dan warga sipil. Selain itu, 61 orang lainnya terluka.
Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, mengutuk ulah para teroris yang mengusik Ankara. Perdana Menteri Turki; Ahmet Davutoglu, yang sedianya akan melakukan pertemuan di Brussels, terpaksa membatalkan perjalanannya.
”Saya mendengar ledakan besar. Ada asap dan benar-benar bau yang menyengat meskipun kami berada di blok yang jauh,” kata seorang saksi mata kepada Reuters.
“Kami bisa mendengar sirene ambulans dan mobil polisi bergegas ke tempat kejadian,” lanjut saksi mata itu.
Ankara mengutuk keras serangan bom yang mereka anggap sebagai ulah teroris.
Ledakan itu terjadi di dekat markas militer, gedung parlemen dan kantor pemerintah lain di jantung Ibu Kota Ankara.
”Kami akan melanjutkan perjuangan kami melawan pion yang melaksanakan serangan tersebut, yang tidak mengenal batas moral atau kemanusiaan, dan kekuatan di belakang mereka dengan tekad lebih setiap hari,” ujar Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/2/2016).
Wakil Perdana Menteri Turki dan juru bicara pemerintah; Numan Kurtulmus; membenarkan korban tewas sebanyak 28 orang termasuk tentara dan warga sipil. Selain itu, 61 orang lainnya terluka.
Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, mengutuk ulah para teroris yang mengusik Ankara. Perdana Menteri Turki; Ahmet Davutoglu, yang sedianya akan melakukan pertemuan di Brussels, terpaksa membatalkan perjalanannya.
”Saya mendengar ledakan besar. Ada asap dan benar-benar bau yang menyengat meskipun kami berada di blok yang jauh,” kata seorang saksi mata kepada Reuters.
“Kami bisa mendengar sirene ambulans dan mobil polisi bergegas ke tempat kejadian,” lanjut saksi mata itu.
(mas)