China Kerahkan Rudal Canggih ke Laut China Selatan, AS Pantau Erat

Rabu, 17 Februari 2016 - 07:49 WIB
China Kerahkan Rudal...
China Kerahkan Rudal Canggih ke Laut China Selatan, AS Pantau Erat
A A A
BEIJING - Militer China diketahui telah mengerahkan sistem rudal canggih ke pulau sengketa di Laut China Selatan. Pentagon Amerika Serikat (AS) mengaku tengah memantau erat hal itu.

Pengerahan rudal canggih oleh China ke kawasan sengketa itu dilaporkan Fox News yang mengutip citra satelit sipil.

Gambar dari ImageSat International, menunjukkan dua baterai sistem rudal dikerahkan China ke Woody Island, bagian dari Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan. Woody Island juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.


Juru bicara Pentagon, Bill Urban, memastikan AS memantau pengerahan rudal canggih oleh Beijing tersebut.”Meskipun saya tidak bisa mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan intelijen, kami memantau ini sangat erat,” katanya, seperti dikutip Reuters, Rabu (17/2/2016).

Laporan pengerahan rudal oleh Chna itu muncul di saat Presiden AS; Barack Obama dan para pemimpin ASEAN melakukan pertemuan puncak di California.


Pada konferensi pers setelah pertemuan puncak itu, Obama mengatakan bahwa dia dan para pemimpin ASEAN membahas hal-hal untuk meredakan ketegangan di Laut China Selatan. Semua pihak setuju bahwa setiap sengketa wilayah harus diselesaikan secara damai dan melalui proses hukum.

Menurut data citra satelit, rudal China tiba di Woody Island selama seminggu terakhir. Sebelum rudal tiba, pantai di pulau sengketa itu telah diskosongkan sejak 3 Februari 2016. Namun, rudal baru terlihat pada 14 Februari 2016.

AS masih berusaha mengkonfirmasi akurasi foto citra satelit itu. Dari foto citra satelit, ruda canggih yang dikerahkan China diduga jenis rudal HQ-9. Rudal itu mampu melesat sejauh 200 km dan bisa membahayakan pesawat terbang baik sipil atau militer yang berada di dekatnya.

Meski demikian, China belum mengkonfirmasi laporan pengerahan rudal canggih itu. China selama ini mengklaim hampir 90 persen kawasan Laut China Selatan. Namun, Malaysia, Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan juga sama-sama mengklaim sebagian wilayah kaya itu.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
28 menit yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
1 jam yang lalu
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
2 jam yang lalu
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
3 jam yang lalu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
4 jam yang lalu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved