Turki dan Saudi Intervensi Suriah, Assad Siap Melawan
Sabtu, 13 Februari 2016 - 19:54 WIB
Turki dan Saudi Intervensi Suriah, Assad Siap Melawan
A
A
A
PARIS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, ada risiko yang harus ditanggung oleh Turki dan Arab Saudi jika nekat melakukan intervensi ke Suriah.
"Intervensi dari negara-negara ini adalah probabilitas yang saya tidak bisa kecualikan untuk alasan yang diketahui seperti sikap intoleransi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia adalah seorang radikal yang mendukung Ikhwanul Muslimin (gerakan Islam) dan hidup dengan mimpi memulihkan Kekaisaran Ottoman," kata Assad saat wawancara dengan AFP seperti disitir dari TASS, Sabtu (13/2/2016).
"Hal ini juga berlaku untuk Arab Saudi. Pokoknya, tindakan ini tidak akan mudah bagi mereka. Kami pasti akan memberi mereka penolakan tegas," sambung Assad.
Assad juga mengatakan, tugas utama dari serangan tentara Suriah ke Aleppo bukan hanya mengambil alih kota tersebut. Serangan ke Aleppo juga bertujuan untuk memotong jalur pasokan Turki untuk teroris yang beroperasi di wilayah itu. Teroris juga menggunakan rute tersebut mengisi ulang persediaan logistik mereka.
Assad pun menegaskan jika ia siap untuk melakukan pembicaraan damai dan di saat yang bersamaan memerangi teroris. "Kami telah sepenuhnya percaya pada negosiasi dan aksi politik sejak krisis ini terjadi," katanya.
"Namun, fakta melakukan pembicaraan tidak berarti bahwa kita akan berhenti berjuang melawan terorisme. Kedua arah dari kegiatan kami sangat penting bagi Suriah: satu arah, tidak ada hubungannya dengan yang lain," tukas Assad.
"Intervensi dari negara-negara ini adalah probabilitas yang saya tidak bisa kecualikan untuk alasan yang diketahui seperti sikap intoleransi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia adalah seorang radikal yang mendukung Ikhwanul Muslimin (gerakan Islam) dan hidup dengan mimpi memulihkan Kekaisaran Ottoman," kata Assad saat wawancara dengan AFP seperti disitir dari TASS, Sabtu (13/2/2016).
"Hal ini juga berlaku untuk Arab Saudi. Pokoknya, tindakan ini tidak akan mudah bagi mereka. Kami pasti akan memberi mereka penolakan tegas," sambung Assad.
Assad juga mengatakan, tugas utama dari serangan tentara Suriah ke Aleppo bukan hanya mengambil alih kota tersebut. Serangan ke Aleppo juga bertujuan untuk memotong jalur pasokan Turki untuk teroris yang beroperasi di wilayah itu. Teroris juga menggunakan rute tersebut mengisi ulang persediaan logistik mereka.
Assad pun menegaskan jika ia siap untuk melakukan pembicaraan damai dan di saat yang bersamaan memerangi teroris. "Kami telah sepenuhnya percaya pada negosiasi dan aksi politik sejak krisis ini terjadi," katanya.
"Namun, fakta melakukan pembicaraan tidak berarti bahwa kita akan berhenti berjuang melawan terorisme. Kedua arah dari kegiatan kami sangat penting bagi Suriah: satu arah, tidak ada hubungannya dengan yang lain," tukas Assad.
(ian)