Rusia Peringatkan Perang Dunia Baru Bisa Pecah di Suriah

Jum'at, 12 Februari 2016 - 08:23 WIB
Rusia Peringatkan Perang...
Rusia Peringatkan Perang Dunia Baru Bisa Pecah di Suriah
A A A
MOSKOW - Rusia memperingatkan bahwa perang dunia baru bisa pecah di Suriah setelah negara-negara Teluk mengancam akan mengerahkan pasukan darat ke negara yang dipimpin Presiden Bashar Al-Assad itu.

Peringatan dari Rusia itu muncul di saat para menteri luar negeri dan menteri pertahanan sejumlah negara menggelar pertemuan secara terpisah di Munich dan Brussels. Pertemuan digelar setelah perundingan damai Suriah dihentikan PBB.

Rusia dan Amerika Serikat (AS) menuntut gencatan senjata dalam perang sipil yang berlangsung lima tahun terakhir di Suriah, sehingga pertempuran bisa fokus terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, gencatan senjata tak pernah terwujud di Suriah.

Negara-negara Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi semakin mematangkan rencananya untuk mengirim pasukan darat ke Suriah. Negara-negara Teluk itu merupakan pendukung oposisi Suriah yang ingin menggulingkan Presiden Assad.

Rencana pengiriman pasukan darat oleh negara-negara Teluk telah disambut baik Amerika Serikat (AS).

Peringatan bahaya pecahnya perang dunia baru di Suriah disampaikan Perdana Menteri Rusia; Dmitry Medvedev.”Amerika dan mitra Arab kami harus berpikir dengan baik; mereka ingin perang permanen?,” kata Medvedevkepada surat kabar Jerman, Handelsblatt, yang diterbitkan Jumat (12/2/2016).

Ini akan menjadi mustahil untuk memenangkan perang tersebut dengan cepat, terutama di dunia Arab, di mana semua orang melawan semua orang,” ujar Medvedev.

Semua pihak harus dipaksa untuk duduk di meja perundingan, bukannya melepaskan perang dunia baru,” imbuh dia.

Arab Saudi tidak terima dengan langkah Iran yang mengirimkan pasukannya ke Suriah dan Irak dengan dalih memerangi kelompok ISIS.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri, mengatakan keputusan Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah tidak dapat diubah. Langkah Saudi itu telah diikuti Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Menteri Pertahanan Inggris; Michael Fallon, yang mengadakan pembicaraan di Brussels dengan Menteri Pertahanan Saudi yang juga Wakil Putra Mahkota; Mohammed bin Salman, menyambut baik langkah Saudi.

Saudi memimpin koalisi militer Islam,” kata Fallon. ”Kami selalu dibuat jelas bahwa pertempuran ini tidak dapat dimenangkan oleh pasukan Barat. Ini hanya dapat dimenang dengan kekuatan lokal yang memiliki dukungan dari penduduk setempat,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Berita Terkini
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
12 menit yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
2 jam yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
3 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved