Iran: Segitiga Kejahatan AS, Israel dan Saudi Pencipta Kekacauan

Selasa, 09 Februari 2016 - 07:44 WIB
Iran: Segitiga Kejahatan...
Iran: Segitiga Kejahatan AS, Israel dan Saudi Pencipta Kekacauan
A A A
TEHERAN - Militer Iran menyebut Amerika Serikat (AS), rezim Zionis Israel dan Arab Saudi sebagai segitiga kejahatan yang membuat kekacauan. Iran juga menilai kesediaan Saudi menginvasi Suriah mencerminkan kegagalan AS.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Hassan Firouzabadi. Menurutnya, Washington telah memprovokasi Riyadh agar menginvasi Suriah.

Menteri Pertahanan AS (Ashton) Carter mendukung dan memprovokasi Kerajaan Saudi untuk berbaris ke (medan) perang (di Suriah). Ini merupakan indikasi bahwa dia bingung. Ini juga membuktikan tanpa keraguan bahwa mereka telah gagal,” kata Firouzabadi pada hari Senin dalam menanggapi pengumuman Saudi untuk mengirim pasukan darat ke Suriah.

Saudi, lanjut Firouzabadi, akan mengalami kekalahan politik terus-menerus di arena internasional. Dia menyindir anjloknya harga minyak dunia telah menghantam Saudi secara keras.

Jenderal Iran itu juga mengejek AS, Israel dan Saudi yang dia sebut sebagai kelompok kejahatan. ”Segitiga kejahatan AS, rezim Zionis (Israel) dan Al Saud menciptakan kekacauan di Asia Barat dan Afrika Utara, dan bahwa tidak ada negara Muslim yang aman,” katanya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (9/2/2016).


"Quds diduduki rezim (Israel) yang juga bingung dan marah. Bersama dengan rekan-rekan Amerika dan Arab, mereka mecambuk kuda mati, tapi mereka tahu mereka pergi ke mana-mana,” sindir jenderal Iran itu.

Firouzabadi menambahkan, satu-satunya cara untuk meciptakan perdamaian di negara-negara Muslim adalah mencegah orang Amerika dan sekutunya campur tangan dalam urusan internal negara-negara di kawasan itu.


”Kerajaan Saudi dan Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain kecuali melepaskan agresi, pertumpahan darah dan ancaman kosong terhadap negara-negara regional. Mereka juga harus mengubah arah (kebijakan) untuk membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas regional, katanya.


Rencana pengiriman pasukan darat Saudi di Suriah telah dikritik parlemen Rusia, karena bisa menyebabkan destabilisasi pasar minyak global. Namun, AS memuji rencana Saudi itu.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Al-Muallem mengecam pengumuman dari Saudi.”Intervensi darat di wilayah Suriah tanpa otorisasi pemerintah akan menjadi agresi yang harus dilawan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Trump Prediksi Saudi...
Trump Prediksi Saudi dan Iran Ikuti Langkah UEA Terkait Israel
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Fasilitas Nuklir Iran...
Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS, Arab Saudi Pantau Efek Radiasinya
Negara-negara yang Menjadi...
Negara-negara yang Menjadi Musuh Arab Saudi
Panglima IRGC: Israel-Arab...
Panglima IRGC: Israel-Arab Saudi Bersekongkol dengan AS dan Barat Melawan Iran
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
20 menit yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
1 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved