Pengamat: Pemilu AS Kali Ini Sulit Diprediksi

Rabu, 03 Februari 2016 - 21:47 WIB
Pengamat: Pemilu AS...
Pengamat: Pemilu AS Kali Ini Sulit Diprediksi
A A A
JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Georgetown, Amerika Serikat (AS), Casimir A. Yost mengatakan, pemilihan umum di AS kali ini akan sulit diprediksi. Pasalnya, menurut Yost, tidak ada calon incumbent dalam pemilu AS tahun ini.

Menurut Yost, dengan tidak adanya incumbent, maka akan membuat persaingan antara kadidat, baik di Partai Republik ataupun Demokrat menjadi sangat sengit. Ini terlihat dari masih belum bisa diprediksinya siapa yang akan menjadi calon Presiden dari kedua partai terbesar di Negeri Paman Sam tersebut.

"Tahun ini, calon dari kedua partai masih belum jelas, siapa sosok yang akan menjadi capres di kedua sisi," kata Yost kala berbicara di pusat kebudayaan AS di Jakarta pada Rabu (3/2).

Proses untuk menentukan siapa yang akan menjadi capres AS, baik dari kedua partai sendiri masih terbilang panjang. Yost mengatakan, proses primari dan kaukus, sebagai awal dari pemilu di AS baru saja dimulai. Proses ini akan berjalan dari bulan Februari sampai Juli mendatang.

Hasil dari primari dan kaukus ini akan menjadi patokan dalam konvensi nasional tiap partai yang akan berlangsung pada akhir Juli mendatang. Dalam Kaukus di Iowa kemarin, dari sisi Partai Republik, Ted Cruz menjadi pemenangnya dengan memperoleh 28 persen suara, unggul empat persen dari Donald Trump. Sedangkan dari sisi Demokrat Hillary Clinton yang menjadi pemenang dengan unggul sangat tipis Bernard Sanders.

Primari sendiri merupakan bentuk pemilihan tradisional. Dimana para pemilih datang ke tempat pemilihan suara yang sudah ditentukan, lalu menentukan pilihannya. Sementara kaukus sangat berbeda dengan pemilihan primari. Pemilihan cara kaukus merupakan suatu acara yang membutuhkan waktu beberapa jam.

Dalam acara itu para pemilih dengan aktif dan berpartisipasi dalam debat publik. Biasanya, debat dilakukan di suatu rumah atau tempat publik, sesuai dengan luas dari negara bagian yang menggelar pemilihan dengan cara kaukus.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
35 menit yang lalu
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
1 jam yang lalu
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
2 jam yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
3 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
4 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved