Israel Buldozer 23 Rumah, 110 Warga Palestina Jadi Gelandangan

Rabu, 03 Februari 2016 - 08:28 WIB
Israel Buldozer 23 Rumah,...
Israel Buldozer 23 Rumah, 110 Warga Palestina Jadi Gelandangan
A A A
TEPI BARAT - Aparat Israel membuldozer 23 rumah di Tepi Barat yang menyebabkan 110 warga Palestina menjadi tunawisma atau gelandangan. Israel berdalih, rumah-rumah itu berada di area yang disebut Israel sebagai “Firing Zone 918”.

Lokasi peggusuran paksa itu terjadi di Khirbet Jennah dan Khirbet Al-Halawah di sebelah selatan Hebron. Ratusan warga Palestina yang digusur paksa itu dikhawatirkan hidup menderita karena akan menghadapi musim dingin tanpa memiliki tempat singgah.

Israel mengklaim “Firing Zone 918” adalah situs pelatihan militer mereka di akhir 1970-an. Tapi, para penduduk desa yang digusur mengaku telah tinggal di sana sebelum tahun 1967 atau sebelum pendudukan Israel.


Anggota Knesset Israel, Dov Khenin, memperingatkan bahwa nasib ratusan penduduk itu berada dalam bahaya, karena musim dingin setiap saat mengancam. Khenin mengatakan bahwa, dia telah menulis kepada Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon, untuk menyoroti dampak penggusuran paksa yang menyebabkan banyak keluarga menjadi tunawisma di musim dingin.


Pemerintah Israel menganggap puluhan rumah penduduk itu statusnya ilegal. ”Langkah-langkah penegakan diambil terhadap struktur ilegal dan panel surya dibangun di zona militer,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan Israel's Coordination of Government Activities in the Territories (COGAT), seperti dikutip dari IB Times, Rabu (3/2/2016).

Beberapa rumah yang jadi target untuk dihancurkan ditunda hingga pekan depan setelah penduduk memperoleh surat perintah pengadilan.
Sarit Michaeli dari B'Tselem, sebuah organisasi HAM Israel, berujar; ”Ini pada dasarnya berarti kita kembali ke titik pemerintah yang ingin menghapus penduduk yang keberatan.”

Akibat penggusuran itu, para penduduk mengumpulkan barang-barang pribadi mereka dan memindahkannya ke gua untuk mencari perlindungan. Salah satu peduduk yang digusur, Mahmoud Ahmad Isa, mengatakan, pindah ke gua adalah pilihan terakhir.”Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengumpulkan puing-puing dan membangun kembali,” ujarnya. ”Kami tidak memiliki alternatif lain.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved