Rusia Lancarkan Serangan Balik pada Turki
Senin, 01 Februari 2016 - 21:56 WIB
Rusia Lancarkan Serangan Balik pada Turki
A
A
A
MOSKOW - Rusia ternyata sudah memiliki "senjata" untuk melakukan serangan balik terhadap Turki, NATO dan juga Amerika Serikat (AS). "Senjata" itu adalah sebuah video yang menunjukan aksi militer Turki di perbatasan Suriah.
Menurut keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, video itu mereka dapatkan dari pihak militer Suriah. Dalam video itu, menurut Konashenkov, memperlihatan militer Turki menembaki sebuah pedesaan di perbatasan dengan Suriah.
"Militer Rusia memiliki video, yang diberikan oleh staf umum Suriah dari angkatan bersenjata dan kelompok oposisi Suriah, yang menunjukkan artileri Turki menembaki sebuah desa di perbatasan Suriah," ujar Konashenkov dalam sebuah pernyataan.
Dirinya menantang Turki, NATO dan AS untuk segera memberikan penjelasan mengenai aksi penembakan tersebut. "Kami sedang menunggu penjelasan bukti yang kami dapat dari NATO, Pentagon dan Angkatan Bersenjata Turki," sambungnya.
Ini merupakan respon atas klaim Turki, yang diperkuat NATO dan AS, yang menyebut bahwa jet tempur Rusia telah melanggar wilayah udara Turki. Rusia menyebut klaim ini sebagai tindakan provokasi terencana.
Menurut keterangan juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, video itu mereka dapatkan dari pihak militer Suriah. Dalam video itu, menurut Konashenkov, memperlihatan militer Turki menembaki sebuah pedesaan di perbatasan dengan Suriah.
"Militer Rusia memiliki video, yang diberikan oleh staf umum Suriah dari angkatan bersenjata dan kelompok oposisi Suriah, yang menunjukkan artileri Turki menembaki sebuah desa di perbatasan Suriah," ujar Konashenkov dalam sebuah pernyataan.
Dirinya menantang Turki, NATO dan AS untuk segera memberikan penjelasan mengenai aksi penembakan tersebut. "Kami sedang menunggu penjelasan bukti yang kami dapat dari NATO, Pentagon dan Angkatan Bersenjata Turki," sambungnya.
Ini merupakan respon atas klaim Turki, yang diperkuat NATO dan AS, yang menyebut bahwa jet tempur Rusia telah melanggar wilayah udara Turki. Rusia menyebut klaim ini sebagai tindakan provokasi terencana.
(esn)