Serang ISIS di Libya, Inggris Bikin Daftar Target
Minggu, 31 Januari 2016 - 22:24 WIB
Serang ISIS di Libya, Inggris Bikin Daftar Target
A
A
A
TRIPOLI - Sebuah tim yang terdiri dari Angkatan Udara Inggris (RAF) dan MI6 melakukan pertemuan di sebuah pangkalan udara dekat kota sebelah timur Libya, Tobruk, yang dikuasai pasukan milisi dan didukung dunia internasional. Pertemuan tersebut diketahui untuk menyusun daftar target yang mungkin akan menjadi sasaran serangan udara Inggris dan koalisi.
"Tim tersebut ingin mencari tahu wilayah yang menjadi basis pasukan militan Libya agar tidak menjadi sasaran serangan saat mereka menyerang ISIS," kata sebuah sumber di militer Inggris, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Minggu (31/1/2016).
Menurut sang sumber, kehadiran anggota dari RAF di tim pengintai menunjukkan bahwa pasukan koalisi sedang mempertimbangkan untuk mendirikan pangkalan militer di sana. Inggris sendiri sebelumnya dilaporkan telah mengerahkan pasukan ke Libya sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian internasional yang muncul pada bulan Agustus tahun lalu.
Selama seminggu terakhir, ISIS telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur minyak di negara itu. Serangan yang dilakukan kelompok ini menjadi serangan tunggal yang mematikan sejak penggulingan Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu.
Selain itu, ada kekhawatiran jika ISIS akan memindahkan pusat 'pemerintahannya' ke wilayah Afrika utara. Untuk di Libya, ISIS telah menjadikan kota Sirte sebagai basisnya.
"Tim tersebut ingin mencari tahu wilayah yang menjadi basis pasukan militan Libya agar tidak menjadi sasaran serangan saat mereka menyerang ISIS," kata sebuah sumber di militer Inggris, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Minggu (31/1/2016).
Menurut sang sumber, kehadiran anggota dari RAF di tim pengintai menunjukkan bahwa pasukan koalisi sedang mempertimbangkan untuk mendirikan pangkalan militer di sana. Inggris sendiri sebelumnya dilaporkan telah mengerahkan pasukan ke Libya sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian internasional yang muncul pada bulan Agustus tahun lalu.
Selama seminggu terakhir, ISIS telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur minyak di negara itu. Serangan yang dilakukan kelompok ini menjadi serangan tunggal yang mematikan sejak penggulingan Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu.
Selain itu, ada kekhawatiran jika ISIS akan memindahkan pusat 'pemerintahannya' ke wilayah Afrika utara. Untuk di Libya, ISIS telah menjadikan kota Sirte sebagai basisnya.
(ian)