Coba Mendamaikan, Rusia Desak Saudi dan Iran Dialog
Kamis, 28 Januari 2016 - 15:08 WIB
Coba Mendamaikan, Rusia Desak Saudi dan Iran Dialog
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Rusia mengaku mencoba untuk mendamaikan Arab Saudi dan Iran yang terlibat perseteruan diplomatik. Rusia mendesak kedua negara di Timur Tengah itu berdialog.
Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia; Mikhael Y Galuzin, Kamis (28/1/2016). Menurutnya, Rusia terus memantau ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.
”Tentu saja, kami sangat memeperhatikan ketegangan yang terjadi antara Iran dan Arab Saudi. Kami juga telah meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dari tindakan yang tidak perlu,” kata Galuzin.
”Kami juga telah meminta kedua belah pihak untuk segera menggelar dialog politik untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar diplomat senior Rusia tersebut saat menggelar briefing bulanan di kediamanannya, di Jakarta.
Menurutnya, ketegangan yang terjadi antara Saudi dan Iran adalah sesuatu yang sia-sia. ”Ketegangan ini tidak perlu terjadi di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Ketegangan antara Iran dan Saudi memuncak ketika Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Langkah Saudi itu sebagai respons atas pembakaran kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheran oleh massa di Iran. Amuk massa terjadi beberapa jam setelah Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Nimr Baqir Al-Nimr, atas tuduhan terlibat aksi terorisme.
Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia; Mikhael Y Galuzin, Kamis (28/1/2016). Menurutnya, Rusia terus memantau ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.
”Tentu saja, kami sangat memeperhatikan ketegangan yang terjadi antara Iran dan Arab Saudi. Kami juga telah meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dari tindakan yang tidak perlu,” kata Galuzin.
”Kami juga telah meminta kedua belah pihak untuk segera menggelar dialog politik untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar diplomat senior Rusia tersebut saat menggelar briefing bulanan di kediamanannya, di Jakarta.
Menurutnya, ketegangan yang terjadi antara Saudi dan Iran adalah sesuatu yang sia-sia. ”Ketegangan ini tidak perlu terjadi di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Ketegangan antara Iran dan Saudi memuncak ketika Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Langkah Saudi itu sebagai respons atas pembakaran kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheran oleh massa di Iran. Amuk massa terjadi beberapa jam setelah Saudi mengeksekusi ulama Syiah, Nimr Baqir Al-Nimr, atas tuduhan terlibat aksi terorisme.
(mas)