Pentagon: Banyak Anggota Koalisi AS Tak Berbuat Apa-apa pada ISIS

Sabtu, 23 Januari 2016 - 14:02 WIB
Pentagon: Banyak Anggota...
Pentagon: Banyak Anggota Koalisi AS Tak Berbuat Apa-apa pada ISIS
A A A
DAVOS - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa banyak negara anggota koalisi yang dipimpin AS tidak melakukan apa-apa untuk melawan ISIS. Padahal, jumlah anggota koalisi itu mencapai 65 negara.

Demikian disampaikan Kepala Pentagon, Ashton Carter. Menurut Carter, koalisi 65 negara itu membawa slogan “satu misi banyak negara”, namun serangan terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) hanya didominasi AS.

Banyak dari mereka tidak melakukan (tindakan) cukup, atau tidak melakukan apa-apa,” kata Carter dalam sebuah wawancara dengan CNBC, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Kami bisa melakukan banyak diri kami sendiri. (Tapi) kami sedang mencari orang lain untuk memainkan peran mereka,” lanjut Carter, yang dilansir Sabtu (23/1/2016).

Dalam wawancara terpisah dengan Bloomberg TV, Carter menyoroti frustrasi Pentagon setelah mitra –mitra AS khususnya negara-negara Arab dengan mayoritas warga kaum Sunni tidak melakukan tindakan yang cukup untuk melawan ISIS.

Kami perlu orang lain untuk membawa berat badan mereka, seharusnya tidak ada pengendara bebas,” sindir Carter terhadap sekutu-sekutu AS. Carter telah menghabiskan minggu terakhirnya di Eropa, terutama di Paris, di mana dia berusaha untuk membujuk sekutu-sekutu AS untuk meningkatkan upaya mereka melawan kelompok ISIS.


Carter menyerukan beberapa sekutu Timur Tengah, seperti Turki, untuk meningkatkan perjuangannya melawan jihadis ISIS. Turki menjadi negara yang disebut Carter, karena Ankara mengizinkan AS untuk menggunakan Incirlik, sebuah pangkalan udara di wilayah selatan sebagai fasilitas untuk menyerang target-target ISIS di Irak dan Suriah.

Meski sudah memberi izin penggunaan fasilitas itu,Carter tetap mendesak Turki untuk berbuat lebih banyak guna mengamankan perbatasannya dengan Suriah. ”Turki adalah teman lama kita," katanya.
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Jadi Komandan Batalion...
Jadi Komandan Batalion Perempuan ISIS, Mama Muda Diciduk FBI
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
12 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved