Turki Berharap Ketegangan dengan Rusia Segera Berakhir
Jum'at, 22 Januari 2016 - 19:55 WIB
Turki Berharap Ketegangan dengan Rusia Segera Berakhir
A
A
A
ANKARA - Wakil Perdana Menteri Turki, Numar Kurtulmus berharap ketegangan antara Ankara dengan Moskow dapat berakhir secepatnya. Ketegangan kedua negara ini dipicu insiden ditembak jatuhnya pesawat bomber Rusia Su-24 oleh militer Turki.
"Ketegangan antara kedua negara mulai menurun. Kami berharap untuk secepatnya mengatasi krisis politik ini," kata Kurtulmus seperti disitir Sputniknews dari kantor berita Anadolu, Jumat (22/1/2016).
Menurut Kurtulmus, ketegangan antara Rusia dengan Turki tidak sepenuhnya dipicu oleh insiden Su-24. Karenanya, ia berharap ketegangan diantara kedua negara dapat diselesaikan.
Seperti diketahui pasca insiden Su-24, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit embargo ekonomi terjadap Ankara. Embargo ekonomi terhadap Turki itu mulai berlaku 1 Januari lalu.
Embargo ekonomi yang dilakukan oleh Rusia itu termasuk di dalamnya larangan atau pembatasan kegiatan organisasi Turki di Rusia, dan pembatasan perusahaan Rusia mempekerjakan warga Turki terutama di industri konstruksi.
"Ketegangan antara kedua negara mulai menurun. Kami berharap untuk secepatnya mengatasi krisis politik ini," kata Kurtulmus seperti disitir Sputniknews dari kantor berita Anadolu, Jumat (22/1/2016).
Menurut Kurtulmus, ketegangan antara Rusia dengan Turki tidak sepenuhnya dipicu oleh insiden Su-24. Karenanya, ia berharap ketegangan diantara kedua negara dapat diselesaikan.
Seperti diketahui pasca insiden Su-24, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani sebuah dekrit embargo ekonomi terjadap Ankara. Embargo ekonomi terhadap Turki itu mulai berlaku 1 Januari lalu.
Embargo ekonomi yang dilakukan oleh Rusia itu termasuk di dalamnya larangan atau pembatasan kegiatan organisasi Turki di Rusia, dan pembatasan perusahaan Rusia mempekerjakan warga Turki terutama di industri konstruksi.
(ian)