Bom Bunuh Diri Hantam Pos Penjagaan, 5 Polisi Pakistan Tewas
Selasa, 19 Januari 2016 - 22:14 WIB
Bom Bunuh Diri Hantam Pos Penjagaan, 5 Polisi Pakistan Tewas
A
A
A
ISLAMABAD - Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat pos pemeriksaan polisi di barat laut Pakistan. Akibatnya, 10 orang tewas dan lebih dari 20 orang lainnya terluka.
Pejabat pemerintah setempat, Munir Khan mengatakan, pembom menabrakkan sepeda motornya ke sebuah kendaraan polisi di samping pos pemeriksaan di pinggir jalan.
"Pelaku mengendarai sepeda motor berbahan peledak dan menabrakkan dirinya ke kendaraan milik petugas dan pos pemeriksaan," kata Khan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/1/2016).
Sedikitnya lima anggota polisi yang menjadi sasaran pemboman tewas. Seorang anak dan seorang wartawan lokal juga menjadi korban serangan bom tersebut. Sebuah tayangan televisi menunjukkan api masih meletup keluar dari sisa-sisa mobil polisi yang terbakar di tengah-tengah evakuasi yang dilakukan oleh petugas penyelamat.
Komandan senior kelompok Taliban Pakistan, Maqbool Dawar, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dia mengatakan bahwa serangan itu adalah aksi balas dendam atas kematian seorang anggota Taliban di penjara pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa wartawan yang menjadi korban ledakan bukanlah target serangan tersebut.
Pejabat pemerintah setempat, Munir Khan mengatakan, pembom menabrakkan sepeda motornya ke sebuah kendaraan polisi di samping pos pemeriksaan di pinggir jalan.
"Pelaku mengendarai sepeda motor berbahan peledak dan menabrakkan dirinya ke kendaraan milik petugas dan pos pemeriksaan," kata Khan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/1/2016).
Sedikitnya lima anggota polisi yang menjadi sasaran pemboman tewas. Seorang anak dan seorang wartawan lokal juga menjadi korban serangan bom tersebut. Sebuah tayangan televisi menunjukkan api masih meletup keluar dari sisa-sisa mobil polisi yang terbakar di tengah-tengah evakuasi yang dilakukan oleh petugas penyelamat.
Komandan senior kelompok Taliban Pakistan, Maqbool Dawar, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Dia mengatakan bahwa serangan itu adalah aksi balas dendam atas kematian seorang anggota Taliban di penjara pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa wartawan yang menjadi korban ledakan bukanlah target serangan tersebut.
(ian)