Mantan Agen FBI Tak Dibebaskan Iran, Keluarga Marah
Selasa, 19 Januari 2016 - 11:44 WIB
Mantan Agen FBI Tak Dibebaskan Iran, Keluarga Marah
A
A
A
WASHINGTON - Mantan agen FBI; Robert Levinson, sudah sembilan tahun atau 3.237 hari hilang di Iran. Keluarganya di Amerika Serikat (AS) marah karena Levinson tidak masuk daftar pertukaran tawanan antara Iran dan AS.
Pertukaran tawanan antara AS dan Iran menyusul dicabutnya embargo ekonomi sesuai kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman).
”Mengapa pertukaran tawanan Iran tidak termasuk ayah saya?," tanya Sarah Moriarty, putri Levinson. Mantan agen FBI itu hilang misterius sejak Maret 2007 saat berkunjung ke pulau Kish, Iran. Dia dilaporkan sedang menjalankan misi penyelidikan pemalsuan rokok di kawasan itu.
Menurut Moriarty, atas nama diri dan keluarga, dia “marah dan hancur” melihat pembebasan sejumlah tahanan asal AS oleh Iran, namun ayahnya tidak masuk di dalamnya. ”Kami senang untuk keluarga mereka (tahanan yang dibebaskan). Kami berbagi rasa sakit dengan mereka. Tapi kabar ini sangat menyakitkan. Dan kami tidak bisa menahan kehancuran kami, apalagi kemarahan kami,” tulis Moriarty di CNN.com, Selasa (19/1/2016).
Ada empat warga AS yang dibebaskan Iran dalam pertukaran tawanan. Sebagai gantinya, AS memberikan grasi pada tujuh warga Iran.
Putri mantan agen FBI itu merasa ayahnya telah ditinggalkan Pemerintah AS. ”Sebuah batas waktu untuk menyelesaikan segala sesuatu tentang hubungan kami saat ini dengan Iran di busur cantik pada 16 Januari, dimaksudkan untuk keluarga kami bahwa pemerintah kita merasa puas dengan meninggalkan ayah saya di belakang. Sekali lagi,” lanjut tulisan Moriarty.
Pemerintah Iran selama ini menegaskan bahwa mereka tidak tahu keberadaan mantan agen FBI itu. Jika klaim Teheran benar, ada dugaan bahwa Levinson ditahan militan, bukan aparat keamanan Iran.
Kemarin, Presiden Barack Obama bersumpah bahwa pemerintahnya tidak akan beristirahat untuk mengupayakan pembebasan Levinson.
Pertukaran tawanan antara AS dan Iran menyusul dicabutnya embargo ekonomi sesuai kesepakatan nuklir antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman).
”Mengapa pertukaran tawanan Iran tidak termasuk ayah saya?," tanya Sarah Moriarty, putri Levinson. Mantan agen FBI itu hilang misterius sejak Maret 2007 saat berkunjung ke pulau Kish, Iran. Dia dilaporkan sedang menjalankan misi penyelidikan pemalsuan rokok di kawasan itu.
Menurut Moriarty, atas nama diri dan keluarga, dia “marah dan hancur” melihat pembebasan sejumlah tahanan asal AS oleh Iran, namun ayahnya tidak masuk di dalamnya. ”Kami senang untuk keluarga mereka (tahanan yang dibebaskan). Kami berbagi rasa sakit dengan mereka. Tapi kabar ini sangat menyakitkan. Dan kami tidak bisa menahan kehancuran kami, apalagi kemarahan kami,” tulis Moriarty di CNN.com, Selasa (19/1/2016).
Ada empat warga AS yang dibebaskan Iran dalam pertukaran tawanan. Sebagai gantinya, AS memberikan grasi pada tujuh warga Iran.
Putri mantan agen FBI itu merasa ayahnya telah ditinggalkan Pemerintah AS. ”Sebuah batas waktu untuk menyelesaikan segala sesuatu tentang hubungan kami saat ini dengan Iran di busur cantik pada 16 Januari, dimaksudkan untuk keluarga kami bahwa pemerintah kita merasa puas dengan meninggalkan ayah saya di belakang. Sekali lagi,” lanjut tulisan Moriarty.
Pemerintah Iran selama ini menegaskan bahwa mereka tidak tahu keberadaan mantan agen FBI itu. Jika klaim Teheran benar, ada dugaan bahwa Levinson ditahan militan, bukan aparat keamanan Iran.
Kemarin, Presiden Barack Obama bersumpah bahwa pemerintahnya tidak akan beristirahat untuk mengupayakan pembebasan Levinson.
(mas)