Dubes AS Bantah Beri Peringatan Dini Soal Bom Sarinah
Senin, 18 Januari 2016 - 20:16 WIB
Dubes AS Bantah Beri Peringatan Dini Soal Bom Sarinah
A
A
A
MANOKWARI - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert O Blake Jr membantah bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini, terkait dengan teror bom Sarinah. Dirinya menuturkan, pemberitahuan mengenai hal itu dikeluarkan setelah serangan terjadi.
"Tidak betul ada pemberitahuan dini, pemberitahuan sebelum penyerangan yang disampaikan oleh Kedutaan Besar AS," kata Blake dalam siaran pers Kedutaan Besar AS di Indonesia yang diterima Sindonews pada Senin (18/1).
"Kedubes AS menyampaikan pemberitahuan terkait serangan tersebut 45 menit setelah serangan tersebut, dan ini sudah diklarifikasi juga di situs Kedubes AS. Jadi, kami tidak memiliki informasi dini mengenai serangan tersebut," sambungnya.
Sebelumnya, surat pemberitahuan yang dikeluarkan Kedubes AS sempat membuat heboh terkait waktu pembertahuan. Dimana, dalam surat itu tertulis pukul 6.41, atau empat jam sebelum aksi teror itu berlangsung. Kedubes AS mengatakan mereka menggunakan waktu grenwich, dimana bila disesuaikan dengan waktu Indonesia, maka jam pemberitahuan itu sekitar pukul 12.
Dalam surat pemberitahuannya tersebut, Kedubes AS meminta seluruh warga AS untuk menghindari wilayah Thamrin, khususnya kawasan Sarinah dan Sari Pan Pasific karena adanya kelompok teror di wilayah tersebut.
"Tidak betul ada pemberitahuan dini, pemberitahuan sebelum penyerangan yang disampaikan oleh Kedutaan Besar AS," kata Blake dalam siaran pers Kedutaan Besar AS di Indonesia yang diterima Sindonews pada Senin (18/1).
"Kedubes AS menyampaikan pemberitahuan terkait serangan tersebut 45 menit setelah serangan tersebut, dan ini sudah diklarifikasi juga di situs Kedubes AS. Jadi, kami tidak memiliki informasi dini mengenai serangan tersebut," sambungnya.
Sebelumnya, surat pemberitahuan yang dikeluarkan Kedubes AS sempat membuat heboh terkait waktu pembertahuan. Dimana, dalam surat itu tertulis pukul 6.41, atau empat jam sebelum aksi teror itu berlangsung. Kedubes AS mengatakan mereka menggunakan waktu grenwich, dimana bila disesuaikan dengan waktu Indonesia, maka jam pemberitahuan itu sekitar pukul 12.
Dalam surat pemberitahuannya tersebut, Kedubes AS meminta seluruh warga AS untuk menghindari wilayah Thamrin, khususnya kawasan Sarinah dan Sari Pan Pasific karena adanya kelompok teror di wilayah tersebut.
(esn)