Anggota Dieksekusi, Bos Al-Qaeda Serukan Aksi Balas Dendam
Kamis, 14 Januari 2016 - 22:41 WIB
Anggota Dieksekusi, Bos Al-Qaeda Serukan Aksi Balas Dendam
A
A
A
RIYADH - Pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, menyerukan serangan terhadap Arab Saudi dan sekutu Baratnya sebagai aksi balasan atas eksekusi 43 anggota kelompok tersebut. Pernyataan aksi balas dendam itu dituangkan dalam sebuah rekaman audio.
Dalam rekaman tersebut, Al-Zawahiri menyatakan, Arab Saudi harus membayar atas pembunuhan tersebut dan mendorong warga Saudi untuk menggulingkan dinasti Al Saud yang berkuasa. Zawahiri juga meminta anggota Al-Qaeda untuk melakukan serangan yang merusak kerajaan dengan menyerang sekutu Baratnya.
"Apakah saat ini bukan waktunya bagi Anda untuk menyingkirkan rezim busuk ini yang merusak agama dan kehidupan dunia Anda? Balas dendam terbaik untuk saudara-saudara Anda adalah mengalahkan aliansi Zionis-Salibis," kata al-Zawahiri dalam rekaman audio yang dipantau situs intelejen SITE seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (14/1/2016).
Zawahiri juga menilai, eksekusi terhadap ulama Syiah dan aktivis pro demokrasi, Nimr al-Nimr, dan tiga orang Syiah lainnya adalah siasat Riyadh untuk memenangkan dukungan kelompok Sunni di Timur Tengah terhadap Iran.
"Pembunuhan Nimr al-Nimr adalah salah satu manifestasi dari kompetisi kekuasaan Saudi-Iran di wilayah itu, tetapi dibawah payung perlindungan dan untuk memenuhi kepentingan Amerika," tukasnya.
Dalam rekaman tersebut, Al-Zawahiri menyatakan, Arab Saudi harus membayar atas pembunuhan tersebut dan mendorong warga Saudi untuk menggulingkan dinasti Al Saud yang berkuasa. Zawahiri juga meminta anggota Al-Qaeda untuk melakukan serangan yang merusak kerajaan dengan menyerang sekutu Baratnya.
"Apakah saat ini bukan waktunya bagi Anda untuk menyingkirkan rezim busuk ini yang merusak agama dan kehidupan dunia Anda? Balas dendam terbaik untuk saudara-saudara Anda adalah mengalahkan aliansi Zionis-Salibis," kata al-Zawahiri dalam rekaman audio yang dipantau situs intelejen SITE seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (14/1/2016).
Zawahiri juga menilai, eksekusi terhadap ulama Syiah dan aktivis pro demokrasi, Nimr al-Nimr, dan tiga orang Syiah lainnya adalah siasat Riyadh untuk memenangkan dukungan kelompok Sunni di Timur Tengah terhadap Iran.
"Pembunuhan Nimr al-Nimr adalah salah satu manifestasi dari kompetisi kekuasaan Saudi-Iran di wilayah itu, tetapi dibawah payung perlindungan dan untuk memenuhi kepentingan Amerika," tukasnya.
(ian)