Tolak Tawaran Kapal Perang Pentagon, Hubungan Saudi-AS Retak?

Selasa, 12 Januari 2016 - 07:59 WIB
Tolak Tawaran Kapal...
Tolak Tawaran Kapal Perang Pentagon, Hubungan Saudi-AS Retak?
A A A
WASHINGTON - Arab Saudi menolak tawaran dari Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) untuk membangun empat kapal perang frigat. Di saat yang sama, para ahli mengamati hubungan Saudi dan AS memburuk ketika Riyadh mengalami kondisi ketidakstabilan.

Kapal-kapal yang dikenal sebagai Multi-Mission Surface Combatant (MMSC) adalah bagian terbesar dari proyek alutsista Arab Saudi senilai US16 miliar. Kapal-kapal perang yang ditawarkan untuk dibangun itu sejatinya bisa untuk mengganti dan memodernisasi armada timur Kerajaan Arab Saudi di Teluk Persia.

Rencana awal modernisasi peralatan pertahanan Saudi itu meliputi empat kapal frigat, bersama dengan enam kapal korvet berukuran lebih kecil dan helikopter Lockheed Martin Sikorsky MH-60R. Sejumlah kapal dan pesawat yang lebih kecil juga berada dalam rencana itu.

Negosiasi pun telah dijalani antara Washington dan Riyadh soal paket MMSC, yang meliputi senjata, logistik, pelatihan dan layanan lainnya. Namun, sumber yang mengetahui perihal tawaran proyek itu kepada Defense News mengatakan bahwa Saudi menolak tawaran itu pada pekan lalu.

Menurut sumber itu, selain masalah harga, Saudi tidak senang dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan desain detail dari kapal-kapal perang. Kapal pertama dalam proyek itu akan diselesaikan dalam waktu sekitar tujuh tahun, yang oleh Saudi dianggap berlebihan.

Hubungan Memburuk?

Hubungan Saudi dan AS, juga dinilai mulai ada kereganggangan. ”Kami telah melihat penurunan panjang dalam hubungan AS-Arab, dan itu dimulai jauh sebelum Obama,” kata mantan Duta Besar AS untuk Arab Saudi, Charles W. Freeman Jr, kepada Los Angeles Times.

Hubungan AS-Saudi didasarkan sepenuhnya pada kepentingan, bukan pada nilai-nilai,” lanjut dia, yang dilansir Selasa (12/1/2016).

Analis senior keamanan nasional AS, Juan Zarate, mengatakan kedua negara baru-baru ini telah melihat bahwa kepentingan mereka sudah menyimpang. Cadangan minyak dalam negeri AS telah membantu Washington menjadi produsen energi terbesar di dunia. Hal itu sekaligus mengakhiri dekade panjang ketergantungan AS pada minyak Saudi.

Pada saat yang sama, lanjut Zarate, AS telah kehilangan kredibilitas di Timur Tengah. ”Mereka tidak percaya AS seperti yang pernah mereka lakukan. Dan dalam arti, Saudi akan melangkah sendiri. Dan kami telah melihat bahwa di Yamanseperti yang kami lihat, dan kami dapat memberitahu mereka apa yang kami inginkan, dan kami dapat meminta mereka untuk melakukan apa yang kami inginkan,” katanya.

Mereka melihat diri mereka berada dalam pertempuran terkait pengaruh dengan Iran, dan mereka tidak yakin AS akan berada di sana bersama mereka (Saudi),” imbuh Zarate.

Di bidang ekonomi, harga minyak juga jatuh telah dan untuk pertama kalinya membuat Saudi mengalami defisit anggaran dalam jumlah besar.

Pemerintah AS belum merespons laporan soal hubungan dengan Saudi yang dianggap mengalami masalah. Pemerintah Saudi juga belum merespons laporan itu.

Namun, Presiden Barack Obama pernah berjanji bahwa AS akan "pasang badan" jika Saudi diserang musuh. Janji Obama itu muncul saat Riyadh mengeluh soal tercapainya kesepakatan nuklir Iran.

(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Saudi dan AS Dorong...
Saudi dan AS Dorong Perpanjangan Embargo Senjata PBB pada Iran
Saudi Nilai Negara Teluk...
Saudi Nilai Negara Teluk Harus Dilibatkan Dalam Pembicaraan AS-Iran
AS Sita Persenjataan...
AS Sita Persenjataan Asal Iran Terkait Serangan ke Saudi
Bos CIA: AS Dibutakan...
Bos CIA: AS Dibutakan Kesepakatan Arab Saudi dan Iran
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
1 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
1 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
1 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
2 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
3 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved