Putin: Dunia Lebih Imbang jika Rusia Tegas dari Awal
Senin, 11 Januari 2016 - 14:20 WIB
Putin: Dunia Lebih Imbang jika Rusia Tegas dari Awal
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan dunia akan lebih seimbang jika Rusia tegas soal kepentingan nasionalnya sejak awal. Menurut Putin, Barat masih menyatakan Rusia sebagai musuh setiap kali Moskow mengambil sikap independen dan menegaskan kepentingan nasionalnya.
Robohnya Tembok Berlin dan runtuhnya Uni Soviet, kata Putin, tidak membuat Eropa bersatu. Perbedaan hanya berpindah jalur ke arah divisi timur.
”Kami melakukan segala sesuatu yang salah dari awal,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Bild. ”Kami tidak mengatasi Divisi Eropa; 25 tahun yang lalu, Tembok Berlin runtuh, namun Divisi Eropa tidak diatasi, dinding tak terlihat hanya pindah ke Timur. Hal ini menciptakan landasan untuk saling mencela, kesalahpahaman, dan krisis di masa depan.”
Putin berujar, kesalahan paling penting Rusia selama tahun-tahun ini adalah kegagalan untuk tegas melindungi kepentingan nasionalnya. ”Kami telah gagal untuk menegaskan kepentingan nasional kami, sementara kami harus melakukan itu dari awal. Kemudian seluruh dunia bisa menjadi lebih seimbang,” ujarnya.
Putin ingat dengan pernyataan diplomat Jerman, Egon Karl-Heinz Bahr, pada 26 Juni 1990.”Jika saat menyatukan Jerman kita tidak mengambil langkah-langkah tegas untuk mengatasi pembagian Eropa ke blok bermusuhan, perkembangan dapat mengambil keuntungan seperti gilirannya, bahwa Uni Soviet akan ditakdirkan untuk diisolasi internasional,” kata Bahr kala itu.
Menurut Putin, dari proposal Bahr itu seluruh Eropa Tengah, baik dengan Jerman Timur atau tidak, seharusnya membentuk aliansi terpisah. Tidak dengan Uni Soviet maupun dengan Amerika Serikat (AS).
”Jika ada kemauan politik, jika mereka ingin, mereka bisa melakukan apa-apa," kata Putin. Tapi tidak aliansi umum yang benar-benar menyatukan seluruh Eropa. Dia mencontohkan, NATO yang telah bertindak melanggar semua perjanjian dengan memperluas kekuatan ke arah timur.
”Mereka ingin memerintah,” sindir Putin. “Dalam 20-25 tahun terakhir, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet, ketika pusat gravitasi kedua di dunia menghilang, ada keinginan untuk menikmati puncak ketenaran dunia satu-satunya. Sama sekali tidak ada keinginan untuk mengubah hukum internasional atau Piagam PBB menjadi baik. Di mana pun mereka menjadi kendala, PBB segera dinyatakan usang,” kata Putin, yang dilansir Russia Today, Senin (11/1/2016).
Robohnya Tembok Berlin dan runtuhnya Uni Soviet, kata Putin, tidak membuat Eropa bersatu. Perbedaan hanya berpindah jalur ke arah divisi timur.
”Kami melakukan segala sesuatu yang salah dari awal,” kata Putin dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Bild. ”Kami tidak mengatasi Divisi Eropa; 25 tahun yang lalu, Tembok Berlin runtuh, namun Divisi Eropa tidak diatasi, dinding tak terlihat hanya pindah ke Timur. Hal ini menciptakan landasan untuk saling mencela, kesalahpahaman, dan krisis di masa depan.”
Putin berujar, kesalahan paling penting Rusia selama tahun-tahun ini adalah kegagalan untuk tegas melindungi kepentingan nasionalnya. ”Kami telah gagal untuk menegaskan kepentingan nasional kami, sementara kami harus melakukan itu dari awal. Kemudian seluruh dunia bisa menjadi lebih seimbang,” ujarnya.
Putin ingat dengan pernyataan diplomat Jerman, Egon Karl-Heinz Bahr, pada 26 Juni 1990.”Jika saat menyatukan Jerman kita tidak mengambil langkah-langkah tegas untuk mengatasi pembagian Eropa ke blok bermusuhan, perkembangan dapat mengambil keuntungan seperti gilirannya, bahwa Uni Soviet akan ditakdirkan untuk diisolasi internasional,” kata Bahr kala itu.
Menurut Putin, dari proposal Bahr itu seluruh Eropa Tengah, baik dengan Jerman Timur atau tidak, seharusnya membentuk aliansi terpisah. Tidak dengan Uni Soviet maupun dengan Amerika Serikat (AS).
”Jika ada kemauan politik, jika mereka ingin, mereka bisa melakukan apa-apa," kata Putin. Tapi tidak aliansi umum yang benar-benar menyatukan seluruh Eropa. Dia mencontohkan, NATO yang telah bertindak melanggar semua perjanjian dengan memperluas kekuatan ke arah timur.
”Mereka ingin memerintah,” sindir Putin. “Dalam 20-25 tahun terakhir, terutama setelah runtuhnya Uni Soviet, ketika pusat gravitasi kedua di dunia menghilang, ada keinginan untuk menikmati puncak ketenaran dunia satu-satunya. Sama sekali tidak ada keinginan untuk mengubah hukum internasional atau Piagam PBB menjadi baik. Di mana pun mereka menjadi kendala, PBB segera dinyatakan usang,” kata Putin, yang dilansir Russia Today, Senin (11/1/2016).
(mas)