Setiap Hari, Truk BBM ISIS Seberangi Perbatasan Turki
Sabtu, 02 Januari 2016 - 22:50 WIB
Setiap Hari, Truk BBM ISIS Seberangi Perbatasan Turki
A
A
A
DAMASKUS - Anggota militan ISIS yang berhasil ditangkap pasukan Kurdi pada bulan Juni lalu mengakui jika ISIS menjual minyak ke Turki. Ia juga mengungkapkan jika truk-truk pengangkut minyak ISIS menyebrang ke Turki setiap hari. Hal itu diketahuinya saat mengikuti pelatihan teroris. (Baca juga: Ditangkap, Militan ISIS Mengaku Dilatih di Turki)
"Di kamp pelatihan pada Mei 2015, komandan kami mengatakan kepada kami bahwa kelompok kami menjual bahan bakar ke Turki. Hasil penjualan itu cukup untuk membiayai ISIS. Truk-truk minyak menyebrang ke Turki setiap hari membawa minyak mentah dan bensin," kata Mahmud Ghazi Tatar (24) seperti dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (2/1/2016).
Menurut Tatar, sang komandan mengatakan bahwa minyak-minyak mentah itu dijual melalui beberapa pengusaha dan pedagang. Namun sang komandan tidak mengungkapkan nama-nama pengusaha dan pedagang tersebut.
"ISIS juga menerima banyak pasokan dari Turki dan negara-negara Arab," kata Tatar yang berasal dari kota sebuah kota di Turki, Adiyaman.
Perdagangan minyak mentah yang dilakukan oleh ISIS telah menjadi pusat perhatian dunia terlebih ditengah terpuruknya harga minyak dunia saat ini. Pasalnya, ISIS menjual 'emas hitam' itu dengan harga yang cukup murah.
Turki sendiri berulang kali menyangkal terhadap tuduhan ini dan dengan tegas menyangkal mempunyai hubungan dengan kelompok teroris ISIS.
"Di kamp pelatihan pada Mei 2015, komandan kami mengatakan kepada kami bahwa kelompok kami menjual bahan bakar ke Turki. Hasil penjualan itu cukup untuk membiayai ISIS. Truk-truk minyak menyebrang ke Turki setiap hari membawa minyak mentah dan bensin," kata Mahmud Ghazi Tatar (24) seperti dikutip dari laman Russia Today, Sabtu (2/1/2016).
Menurut Tatar, sang komandan mengatakan bahwa minyak-minyak mentah itu dijual melalui beberapa pengusaha dan pedagang. Namun sang komandan tidak mengungkapkan nama-nama pengusaha dan pedagang tersebut.
"ISIS juga menerima banyak pasokan dari Turki dan negara-negara Arab," kata Tatar yang berasal dari kota sebuah kota di Turki, Adiyaman.
Perdagangan minyak mentah yang dilakukan oleh ISIS telah menjadi pusat perhatian dunia terlebih ditengah terpuruknya harga minyak dunia saat ini. Pasalnya, ISIS menjual 'emas hitam' itu dengan harga yang cukup murah.
Turki sendiri berulang kali menyangkal terhadap tuduhan ini dan dengan tegas menyangkal mempunyai hubungan dengan kelompok teroris ISIS.
(ian)