Sentil AS dan Korsel, Kim Jong-un Ancam Luncurkan Perang Suci
Jum'at, 01 Januari 2016 - 15:02 WIB
Sentil AS dan Korsel, Kim Jong-un Ancam Luncurkan Perang Suci
A
A
A
PYONGYANG - Pemimpin muda Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, menyentil latihan perang gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) yang jadi duri abadi dalam hubungan dua Korea. Kim mengancam meluncurkan perang suci jika diprovokasi militer musuh.
”Jika agresor dan provokator menyentuh kami bahkan sedikit pun, kami tidak akan ragu untuk menanggapi dengan perang suci tanpa ampun untuk keadilan dan reunifikasi nasional,” katanya, dalam pidato Tahun Baru 2016 di stasiun televisi Korut, Jumat (1/1/2016), seperti dikutip Yonhap.
Pidatonya muncul sehari setelah pemakaman orang terdekatya, seorang pejabat Korut yang bertanggung jawab atas hubungan dengan Korsel, Kim Yang-gon. Pejabat itu dilaporkan meninggal dalam kecelakaan mobil pada Selasa lalu.
Meninggalnya Kim Yang-gon dipandang sebagai kemunduran lebih lanjut untuk upaya meningkatkan hubungan yang stabil antara Seoul dan Pyongyang.
Sebelum menyampaikan retorika “perang” itu, Kim Jong-un dalam pidatonya selama 30 menit berjanji untuk meningkatkan standar hidup rakyatnya.
”Partai Pekerja Korea memberikan prioritas utama terhadap masalah, meningkatkan standar hidup masyarakat di antara jutaan tugas nasional lainnya,” kata Kim Jong-un. ”Kami harus membuat perputaran dalam pembangunan ekonomi,” katanya lagi.
Kendati demikian, pemimpin muda itu tidak membeberkan secara spesifik kebijakan ekonomi pemerintahannya guna meningkatkan standar hidup rakyat Korut seperti yang dia janjikan.
”Jika agresor dan provokator menyentuh kami bahkan sedikit pun, kami tidak akan ragu untuk menanggapi dengan perang suci tanpa ampun untuk keadilan dan reunifikasi nasional,” katanya, dalam pidato Tahun Baru 2016 di stasiun televisi Korut, Jumat (1/1/2016), seperti dikutip Yonhap.
Pidatonya muncul sehari setelah pemakaman orang terdekatya, seorang pejabat Korut yang bertanggung jawab atas hubungan dengan Korsel, Kim Yang-gon. Pejabat itu dilaporkan meninggal dalam kecelakaan mobil pada Selasa lalu.
Meninggalnya Kim Yang-gon dipandang sebagai kemunduran lebih lanjut untuk upaya meningkatkan hubungan yang stabil antara Seoul dan Pyongyang.
Sebelum menyampaikan retorika “perang” itu, Kim Jong-un dalam pidatonya selama 30 menit berjanji untuk meningkatkan standar hidup rakyatnya.
”Partai Pekerja Korea memberikan prioritas utama terhadap masalah, meningkatkan standar hidup masyarakat di antara jutaan tugas nasional lainnya,” kata Kim Jong-un. ”Kami harus membuat perputaran dalam pembangunan ekonomi,” katanya lagi.
Kendati demikian, pemimpin muda itu tidak membeberkan secara spesifik kebijakan ekonomi pemerintahannya guna meningkatkan standar hidup rakyat Korut seperti yang dia janjikan.
(mas)