Telepon Disadap, ISIS dan Petugas Turki Ketahuan Komunikasi

Jum'at, 25 Desember 2015 - 11:25 WIB
Telepon Disadap, ISIS...
Telepon Disadap, ISIS dan Petugas Turki Ketahuan Komunikasi
A A A
ANKARA - Petugas Turki di perbatasan Suriah ketahuan telah berkomunikasi dengan militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Demikian laporan media Turki, Cumhuriyet mengutip hasil penyelidikan Kantor Kepala Kejaksaan Ankara yang menyadap panggilan telepon mereka.

Penyadapan tersebut berlangsung tahun lalu sebagai bagian dari penyelidikan atas enam warga Turki yang hilang. Kerabat mereka yang hilang percaya bahwa mereka mungkin telah bergabung dengan kelompok ISIS atau Daesh.

Menurut laporan medi Turki itu, sebuah penyelidikan diluncurkan terhadap 27 tersangka. Beberapa dari mereka berada di Suriah.

Kantor Kepala Kejaksaan diduga mendapat izin untuk menyadap telepon dari 19 orang yang diduga telah menempatkan enam orang hilang yang berhubungan dengan ISIS. Menurut hasil penyelidikan, mereka yang ingin bergabung dengan ISIS menerima beberapa bentuk "pelatihan ideologis”.

File penyelidikan itu telah diserahkan ke Kantor Kejaksaan Militer pada bulan Maret lalu, setelah kantor Kejaksaan Ankara dianggap bekerja di luar yurisdiksinya.

Mereka (yang bergabung dengan ISIS) dari Ankara sering menggunakan Distrik Elbeyli (dari Kilis) yang untuk bepergian ke Desa Able; bagian dari Distrik Al-Bab Suriah, melalui Gaziantep dan Kilis,” tulis Zaman Today, kemarin,mengutip laporan penyelidikan.

Cumhurriyet juga mencontohkan kutipan percakapan yang disadapan. Orang yang ditunjuk dalam transkrip penyadapan disebut sebagai "X2", seorang anggota dari militer Turki.

Miitan ISIS: “…Ya saudara.

X2: Kami berada di lahan bekas tambang, di mana saya menyampaikan kendaraan. Kami telah menempatkan lampu kami. (Kami memiliki) materi; datang ke sini dengan laki-laki Anda.”

Ankara baru-baru ini menghadapi sejumlah tuduhan, yang salah satunya telah membeli minyak dari ISIS dan membiarkan militan ISIS melewati perbatasan Turki dengan Suriah. Namun, Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan menyangkal.
(mas)
Berita Terkait
Turki Penjarakan Pengantin...
Turki Penjarakan Pengantin ISIS Pertama dari Australia
Turki Tangkap Pemimpin...
Turki Tangkap Pemimpin Baru ISIS
Turki Tahan Militan...
Turki Tahan Militan ISIS, Rencanakan Serangan Teroris di Istanbul
Selandia Baru akan Terima...
Selandia Baru akan Terima Kembali Warganya yang Diduga Gabung ISIS
Erdogan: Turki Tangkap...
Erdogan: Turki Tangkap Pemimpin Senior ISIS
Sekutu AS Tuduh Turki...
Sekutu AS Tuduh Turki Beri Zona Aman untuk ISIS
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
2 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
6 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
7 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
8 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
9 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved