Politisi Pro Kurdi Kecam Insiden Su-24, PM Turki Emosi
Kamis, 24 Desember 2015 - 20:33 WIB
Politisi Pro Kurdi Kecam Insiden Su-24, PM Turki Emosi
A
A
A
ANKARA - Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu mengecam pernyataan politisi dari Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang mendukung suku Kurdi, Selahattin Demirtas, terkait insiden Su-24. Menurutnya, pernyataan Demirtas memalukan dan berbahaya.
"Fakta bahwa dia menyebut keputusan untuk menembak jatuh pesawat sebagai sebuah tindakan yang salah adalah pernyataan yang memalukan dan berbahaya," kata Davutoglu dalan konvensi bisnis di Ankara seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (24/12/2015).
"Kami membantu saudara kami (Kurdi) di Ayn al-Arab (Suriah, tugas yang sama juga kami lakukan untuk melindungi saudara kami Turkmens di Bayir Bucak," sambungnya.
Sebelumnya saat bersua dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Moskow, Demirtas mengatakan bahwa keputusan Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia, Su-24, adalah sebuah kesalahan. (Baca juga: Politisi Pro Kurdi Kecam Penembakan Su-24)
"Kami mengecam tindakan pemerintah Turki ketika mereka menembak jatuh pesawat Rusia," kata Demirtas sembari menambahkan harus selalu ada pintu yang terbuka untuk penyelesaian secara politik maupun diplomatik.
"Fakta bahwa dia menyebut keputusan untuk menembak jatuh pesawat sebagai sebuah tindakan yang salah adalah pernyataan yang memalukan dan berbahaya," kata Davutoglu dalan konvensi bisnis di Ankara seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (24/12/2015).
"Kami membantu saudara kami (Kurdi) di Ayn al-Arab (Suriah, tugas yang sama juga kami lakukan untuk melindungi saudara kami Turkmens di Bayir Bucak," sambungnya.
Sebelumnya saat bersua dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di Moskow, Demirtas mengatakan bahwa keputusan Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia, Su-24, adalah sebuah kesalahan. (Baca juga: Politisi Pro Kurdi Kecam Penembakan Su-24)
"Kami mengecam tindakan pemerintah Turki ketika mereka menembak jatuh pesawat Rusia," kata Demirtas sembari menambahkan harus selalu ada pintu yang terbuka untuk penyelesaian secara politik maupun diplomatik.
(ian)